Peningkatan Jalan Kereng Pakahi-Kampung Melayu Telah Rampung hingga 7 Kilometer

PALANGKA RAYA, Kalteng.co-Pembangunan infrastruktur jalan adalah salah satu indikator penting kemajuan suatu daerah. Di Kalimantan Tengah, khususnya di Kabupaten Katingan, proyek peningkatan jalan yang menghubungkan Kereng Pakahi dan Kampung Melayu menjadi sorotan masyarakat sipil.
Proyek ini tidak hanya penting untuk konektivitas, tetapi juga menjadi contoh bagaimana penyesuaian anggaran dapat memengaruhi progres pengerjaan di lapangan.
Pada awalnya, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menganggarkan Rp49 miliar melalui APBD 2025 untuk proyek peningkatan Jalan Kereng Pakahi-Kampung Melayu. Jalan ini memiliki peran vital untuk menghubungkan dua wilayah tersebut, dengan total panjang keseluruhan sekitar 100 kilometer. Sebelumnya, melalui APBD Kabupaten Katingan, sekitar 1,5 kilometer jalan telah selesai dikerjakan. Proyek provinsi ini direncanakan untuk melanjutkan pembangunan sepanjang 10 kilometer.
Perubahan Anggaran dan Dampaknya
Dalam perjalanannya, proyek ini mengalami penyesuaian anggaran yang signifikan. Alokasi dana yang semula sebesar Rp49 miliar, dikurangi menjadi Rp11 miliar melalui adendum proyek. Penyesuaian ini tentu saja memengaruhi cakupan pengerjaan yang bisa diselesaikan.
Menurut Dedi, Petugas Pelaksana Lapangan dari PT Perkasa Pembangunan Jaya, dengan dana yang tersedia, pengerjaan telah rampung hingga 7 kilometer, termasuk pembangunan satu buah box culvert. Dari 7 kilometer yang selesai, 2,8 kilometer dikerjakan dengan penimbunan pilihan, sementara sisanya menggunakan penimbunan biasa.
Lebih lanjut ditambahkannya, dalam proses pengerjaannya pihak kontrator pelaksana berupaya melakukanya sesuai dengan rencana teknis dan RAB pada dokumen pelelangan.
Meskipun ada penyesuaian, Dedi menegaskan bahwa pihak kontraktor berusaha semaksimal mungkin untuk tidak mengurangi kualitas pekerjaan secara keseluruhan.
“Memang ada beberapa penyesuaian dalam pelaksanaannya, tetapi tidak sampai mengurangi kualitas pekerjaan secara keseluruhan,” ujar Dedi selaku Petugas Pelaksana Lapangan dari PT Perkasa Pembangunan Jaya yang dikonfirmasi awak media pada Minggu (7/9/2025).
Kualitas dan Pengawasan Proyek
Penyesuaian anggaran yang drastis menimbulkan pertanyaan mengenai kualitas hasil pekerjaan. Yusak, selaku PPPTK dari Bidang Bina Marga Dinas PUPR Kalteng, menyatakan bahwa pihak PUPR memberikan perhatian serius terhadap proyek ini.
Meskipun anggaran dipotong, mereka berupaya memastikan kontraktor bekerja secara efektif dan berkualitas. Tujuannya agar tidak ada pengerjaan yang asal-asalan, yang bisa merugikan proyek lanjutan di tahun mendatang.
Pentingnya pengawasan juga disoroti oleh Yusak. Ia mengapresiasi masukan dan temuan dari perwakilan masyarakat sipil. Hingga saat ini, proses pengawasan di lapangan terus dilakukan dengan berkoordinasi secara intensif dengan pihak kontraktor.




