BeritaHukum Dan KriminalNASIONAL

Novel Baswedan Ungkap Fakta Mengejutkan: KPK Era Firli Tolak Tangkap Harun Masiku di Tahun 2021

KALTENG.CO-Mantan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, kembali membuka fakta mengejutkan terkait upaya penangkapan buronan kasus suap pergantian antarwaktu (PAW) anggota DPR RI, Harun Masiku.

Novel mengungkapkan bahwa pada tahun 2021, dirinya bersama tim penyidik KPK saat itu sempat menawarkan bantuan untuk menangkap Harun Masiku.

Menurut Novel, timnya telah mengantongi informasi penting mengenai keberadaan Harun Masiku. Namun, tawaran tersebut justru tidak mendapatkan respons positif dari pimpinan KPK saat itu, yang diketuai oleh Firli Bahuri.

“Karena pada tahun 2021, ketika kami akan disingkirkan dengan TWK (tes wawasan kebangsaan), kami juga menawarkan untuk membantu menangkap Harun Masiku, karena kami juga mendapatkan informasi mengenai keberadaan Harun Masiku. Tetapi para pimpinan KPK saat itu, yaitu Firli Bahuri dkk tidak mau,” kata Novel saat dikonfirmasi pada Senin (19/5/2025).

Lebih lanjut, Novel menilai bahwa sikap diam yang ditunjukkan Firli Bahuri dan jajaran pimpinan KPK kala itu secara jelas mengindikasikan adanya penolakan terhadap upaya penangkapan Harun Masiku.

“(Firli Bahuri) tidak merespons dan mendiamkan. Itu artinya dia tidak mau (Harun Masiku ditangkap). Selain itu, tim pencariannya juga semua disingkirkan dengan TWK,” tegas Novel dengan nada kecewa.

TWK Diduga Melemahkan Upaya Pemberantasan Korupsi, Termasuk Perburuan Harun Masiku

Novel Baswedan juga menyoroti kondisi internal KPK di bawah kepemimpinan Firli Bahuri yang dinilainya tidak kondusif bagi upaya pemberantasan korupsi yang optimal. Ia menyayangkan bagaimana para penyidik yang memiliki kompetensi tinggi justru tersingkir melalui proses Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang kontroversial.

Menurut Novel, penyingkiran para penyidik andal ini semakin memperlemah kemampuan KPK dalam memburu buronan kelas kakap seperti Harun Masiku. Terbukti, hingga saat ini, keberadaan mantan calon legislatif (caleg) dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tersebut masih menjadi misteri dan belum berhasil ditangkap.

“Iya, mesti segera ditangkap (Harun Masiku). Kalau melihat kondisi KPK waktu pimpinannya adalah Firli dkk, saya bisa memahami keadaan tersebut,” ujar Novel, menyiratkan adanya kendala serius dalam upaya penangkapan buronan selama kepemimpinan sebelumnya.

Novel Yakin Harun Masiku Tak Akan Tertangkap Selama Firli Bahuri Pimpin KPK

Lebih lanjut, Novel Baswedan dengan tegas menyatakan keyakinannya bahwa selama Firli Bahuri masih memimpin KPK, kemungkinan Harun Masiku untuk ditangkap sangatlah kecil akibat tidak adanya kemauan politik yang kuat dari pucuk pimpinan lembaga antirasuah tersebut.

“Sebagaimana yang pernah saya katakan bahwa ketika Pimpinan KPK adalah Firli dkk, maka saya yakin sekali bahwa Harun Masiku tidak akan ditangkap, dan ternyata benar adanya demikian,” pungkas Novel, seolah membenarkan prediksinya terkait sulitnya penangkapan Harun Masiku di era kepemimpinan sebelumnya.

Pernyataan Novel Baswedan ini tentu kembali menyoroti kinerja KPK di masa lalu dalam menangani kasus Harun Masiku yang telah berlarut-larut. Publik pun kembali bertanya-tanya mengenai keseriusan lembaga antirasuah dalam menuntaskan kasus ini dan menangkap buronan yang telah lama menghilang.

Kini, dengan kepemimpinan KPK yang baru, diharapkan adanya langkah-langkah konkret dan strategi yang lebih efektif untuk segera menangkap Harun Masiku dan menuntaskan kasus suap yang telah mencoreng citra lembaga legislatif tersebut.

Pernyataan Novel Baswedan ini bisa menjadi masukan penting bagi pimpinan KPK saat ini untuk mengevaluasi kembali upaya-upaya yang telah dilakukan sebelumnya dan mengambil tindakan yang lebih tegas. (*/tur)

Related Articles

Back to top button