Frekuensi Penerbangan di Kalteng Meningkat 2,82 Persen

PALANGKA RAYA kalteng.co – Frekuensi penerbangan pesawat udara di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) pada November 2020 meningkat 2,82 persen dibandingkan frekuensi penerbangan pada Oktober 2020, dari 746 penerbangan menjadi 767 penerbangan.
“Peningkatan frekuensi penerbangan tertinggi terjadi di bandara utama di Kalteng, yaitu Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya yakni 65 penerbangan,” ucap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng, Eko Marsoro.
Menurut Eko, peningkatan frekuensi penerbangan tersebut berdampak pada peningkatan jumlah penumpang dan arus barang. Dibanding bulan sebelumnya, jumlah penumpang selama November 2020 mengalami peningkatan 19,46 persen.
“Jumlah penumpang datang naik 26,56 persen dan penumpang berangkat naik 12,91 persen.
Sementara volume arus barang mengalami kenaikan 13,24 persen, dengan rincian volume bongkar dan muat barang masing-masing naik 17,09 persen dan 2,16 persen,” tambahnya.
Eko menjelaskan, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya, frekuensi penerbangan pesawat pada November 2020 di Kalteng menurun 58,97 persen, yaitu dari 1.818 penerbangan menjadi 767 penerbangan. Penurunan ini diikuti oleh berkurangnya jumlah penumpang yang turun 60,27 persen dan volume arus barang turun 38,80 persen.
Secara kumulatif, Januari-November 2020, frekuensi penerbangan pesawat juga mengalami penurunan 49,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini diikuti berkurangnya jumlah penumpang yang turun 54,85 persen dan volume arus barang turun 38,26 persen.
“Pola penurunan arus lalu lintas penumpang dan barang relatif sejalan dengan pola penurunan frekuensi penerbangan pesawat sejak awal tahun 2020. Penurunan frekuensi penerbangan selama enam bulan terakhir, juga disebabkan oleh adanya kebijakan pembatasan akses penerbangan sebagai dampak pandemi Covid-19,” terangnya.
Dilihat menurut bandara, lanjut Eko, dibandingkan bulan sebelumnya, peningkatan jumlah penumpang pesawat terjadi di dua bandara utama, yaitu Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat dan Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya. Peningkatan jumlah penumpang pesawat di Bandara Iskandar 15,45 persen, dari 16.388 orang menjadi 18.920 orang. Sementara Bandara Tjilik Riwut naik 29,24 persen, dari 31.990 orang menjadi 41.345 orang.
Persentase jumlah penumpang masih didominasi Bandara Tjilik Riwut, Palangka Raya 62,31 persen, diikuti Bandara Iskandar, Kotawaringin Barat 28,51 persen dan bandara H. Asan, Kotawaringin Timur 8,79 persen. (aza)



