BeritaDPRD SERUYAN

Perlu Perhatian Serius DP3AKB, Antisipasi Kekerasan Seksual pada Anak dan Perempuan di Seruyan

KUALA PAMBUANG, Kalteng.co-Maraknya kasus kekerasan seksual pada anak dan perempuan mendapat perhatian serius Anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Hj Masfuatun. Seban,  permasalahan ini mengakibatkan terganggunya ketenangan dan kedamaian masyarakat, yang berujung pada ketimpangan dan disharmoni sosial.

Anggota DPRD Kabupaten Seruyan, Hj Masfuatun, meminta kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Seruyan, terus berupaya mensosialisasikannya permasalahan kekerasan seksual terhadap anak dan perempuan ini kepada masyarakat secara luas.

“Kita minta dinas terkait dapat meningkatkan sosialisasi di sekolah-sekolah dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur,” kata Hj Masfuatun, Sabtu (25/3/2023).

Hj Masfuatun menambahkan, sosialisasi dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada anak, karena biasanya yang terjadi pelaku-pelaku kekerasan seksual tersebut memanfaatkan pemahaman anak untuk mengelabui mereka.

“Dengan adanya pemahaman orangtua dan anak akan dapat meminimalisir terjadinya kekerasan seksual terhadap anak,” katanya.

Masfuatun menambahkan, kekerasan terhadap anak tidak hanya menimbulkan trauma kepada korbannya, tetapi juga mengakibatkan ketakutan pada masyarakat.

“Para orang tua merasa ketakutan meninggalkan anak-anak mereka tanpa pengawasan, bahkan di lingkungannya,”ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, kedudukan anak yang kurang menguntungkan ini menjadikan mereka dikualifikasikan sebagai kelompok rentan atau rawan. Dalam melindungi anak terhadap kekerasan seksual tersebut, peran dari orang tua juga sangat penting untuk mengawasi serta memberikan kegiatan-kegiatan positif, terhadap anak, serta juga memberikan pengenalan terhadap anggota tubuh.

“Edukasi pengenalan anggota tubuh sejak dini sangat penting dilakukan terutama dari kekerasan seksual yang bisa dimulai dari mengenalkan mereka anggota tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh,” paparnya. (iya)

Related Articles

Back to top button