BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Pesan untuk Kamu yang Sedang Berjuang Melawan Sesuatu yang Tak Bisa Diubah: Berdamailah!

KALTENG.CO-Ada fase dalam hidup ketika kita menyadari satu kebenaran yang sunyi namun tegas: tidak semua hal bisa kita kendalikan.

Sebanyak apa pun usaha, doa, atau logika yang kita susun rapi, kenyataan terkadang tetap berjalan pada jalurnya sendiri, tidak peduli seberapa keras kita mencoba membelokkannya.

Di titik inilah banyak orang terjebak antara terus melawan sesuatu yang mustahil diubah, atau belajar melepaskan dan melanjutkan hidup dengan hati yang lebih ringan. Namun, perlu dipahami bahwa melepaskan bukan berarti menyerah.

Melepaskan adalah sebuah seni—seni memahami batas diri, seni menghormati kenyataan, dan seni berdamai dengan keadaan tanpa harus kehilangan harga diri.

Mengapa Kita Sulit Melepaskan?

Secara psikologis, manusia memiliki keinginan bawaan untuk memegang kendali karena hal itu memberikan rasa aman. Ketika situasi berjalan di luar kendali—seperti perpisahan, kegagalan karier, atau kehilangan—kita merasa terancam. Namun, terus menggenggam sesuatu yang sudah “lepas” hanya akan menguras energi mental kita.

Dilansir dari Geediting, berikut adalah delapan langkah praktis untuk membantu Anda perlahan berdamai dengan apa yang memang tidak dapat Anda ubah:


1. Akui Perasaan Anda Secara Jujur

Langkah pertama untuk sembuh bukanlah berpura-pura kuat. Akui bahwa Anda merasa kecewa, marah, atau sedih. Menekan emosi hanya akan membuatnya meledak di kemudian hari. Katakan pada diri sendiri, “Saya kecewa karena ini tidak berjalan sesuai rencana, dan itu tidak apa-apa.”

2. Identifikasi Apa yang Bisa vs Tidak Bisa Dikendalikan

Ambil secarik kertas dan buat dua kolom. Tuliskan hal-hal yang berada di bawah kendali Anda (reaksi Anda, usaha Anda, waktu tidur Anda) dan hal-hal di luar kendali Anda (opini orang lain, masa lalu, keputusan orang lain). Fokuslah hanya pada kolom pertama.

3. Praktikkan Mindfulness (Kesadaran Penuh)

Sering kali kita menderita karena pikiran kita melompat ke masa lalu yang penuh penyesalan atau masa depan yang penuh kecemasan. Mindfulness mengajak Anda kembali ke detik ini. Bernapaslah, dan sadari bahwa saat ini, di sini, Anda aman.

4. Berhenti Mencari “Mengapa” yang Sempurna

Kita sering terjebak dalam siklus mencari alasan: “Kenapa ini terjadi pada saya?” Terkadang, tidak ada jawaban yang memuaskan. Belajar menerima bahwa “hal itu terjadi begitu saja” adalah kunci untuk membuka pintu kedamaian.

5. Ubah Narasi Diri

Alih-alih melihat diri sebagai korban dari keadaan, cobalah ubah sudut pandang Anda. Alih-alih berkata “Saya gagal,” katakanlah “Keadaan ini tidak berhasil, dan saya belajar sesuatu yang baru tentang batas kemampuan saya.”

6. Batasi Paparan Pemicu Stres

Jika melihat media sosial atau berita internasional tertentu membuat Anda merasa tidak berdaya, ambillah jarak. Fokuslah pada lingkungan kecil di sekitar Anda di mana Anda bisa memberikan dampak nyata.

7. Maafkan Diri Sendiri

Kita sering menjadi kritikus paling kejam bagi diri sendiri. Maafkan diri Anda karena tidak mengetahui apa yang Anda ketahui sekarang. Anda telah melakukan yang terbaik dengan informasi dan kekuatan yang Anda miliki saat itu.

8. Temukan Makna Baru

Melepaskan sesuatu meninggalkan ruang kosong. Gunakan ruang itu untuk membangun sesuatu yang baru—entah itu hobi baru, mengeksplorasi informasi travelling, atau mendalami kursus jurnalisme untuk menyuarakan perasaan Anda.


Kebebasan di Balik Penerimaan

Melepaskan adalah proses, bukan kejadian satu malam. Ia adalah perjalanan panjang menuju kedewasaan emosional. Saat kita berhenti mencoba memperbaiki apa yang sudah patah secara permanen, kita sebenarnya sedang memberi ruang bagi diri kita untuk tumbuh dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.

Dunia mungkin tidak selalu berjalan sesuai keinginan kita, tetapi bagaimana kita merespons ketidakpastian itulah yang menentukan kualitas hidup kita.

“Berdamai dengan kenyataan adalah bentuk tertinggi dari rasa sayang pada diri sendiri.”


Apakah Anda merasa kesulitan untuk merelakan sesuatu yang terjadi baru-baru ini? Jika Anda membutuhkan perspektif profesional untuk mengelola kecemasan Anda, Anda bisa mencoba mencari layanan konsultasi keuangan untuk masalah finansial atau konselor psikologi untuk kesehatan mental Anda.

Ingin membaca lebih banyak tips tentang pengembangan diri? Jelajahi kategori artikel kesehatan kami untuk panduan mental dan fisik lainnya. (*/tur)

Related Articles

Back to top button