Petani Gunung Mas Saatnya Menekuni Berladang Menetap-

KUALA KURUN, Kalteng.co – Petani di Kabupaten Gunung Mas (Gumas) sudah saatnya menekuni sistem perladangan menetap khususnya pertanian beras. Perladangan menetap selain hasilnya jauh lebih baik disbanding perladangan berpindah-pindah juga tidak merepotkan bagi petani sendiri.
Sistem perladangan menetap khususnya untuk tanaman padi sangat menguntungkan. Pemerintah telah membangunan sarana dana prasarana pengairan yang cukup memadai. Pemerintah juga telah membangun beberap buah bendungan.
Pertanian padi dengan sistem menetap ini diantaranya memenuhi kebutuhan pasokan beras di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau. Apalagi sekarang ini harga beras di pasaran ada kecenderungan naik. Kebutuhan beras di Gumas terkadang masih harus disuplai dari daerah lain.
“Mulai dari sekarang masyarakat kita agar bisa menekuni kegiatan berladang yang menetap dan tidak perpindah-pindah tempat. Dengan sistm perladangan menetap, pertanian bisa dikelola dengan cara berkelanjutan. Dengan cara demikian maka otomatis akan mendatangkan hasil yang baik,” ucap Wakil , Minggu (4/5/2024).
Menurut politikus dari Golkar ini dengan cara berladang yang menetap ini sebagai upaya untuk menghindari masyarakat melakukan pembukaan lahan baru secara berpindah-pindah tempat. Pemeliharaan dan perawatan perladangan menetap sangat efesien dan mendapatkan keuntungan yang bagus.
“Selain itu untuk memudahkan pihak dinas terkait untuk melakukan pembinaan dan penyaluran bantuan. Kemudian pengelolaan lahanya bisa secara berkelanjutan tidak harus berpindah-pindah,” tuturnya.
Dia mengakui perladangan berpindah-pindah sudah dilakukan turun temurun sejak nenek moyang dulu.
Perladangan berpindah-pindah juga menjadi kearifan lokal masyarakat. Hanya saja hasil kurang maksimal dan perlu menggarap lahan dari awal. Pemerintah pun sudah melarang dengan berladanga berpindah-pindah. “Berladang juga bisa dikelola dengan cara-cara kearifan local, agar dapat mencegah kebakaran lahan yang tidak terkendali, khususnya saat musim kemarau,” pungkasnya. (pra)
EDITOR: TOPAN



