DPRD KALTENG

Gencarkan Geliat Seni Budaya Kalteng

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Kalangan DPRD Kalteng mendorong Pemerintah Provinsi melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) untuk mengangkat kembali beragam kegiatan seni budaya di Bumi Tambun Bungai melalui berbagai event.

Menurut Ketua Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Dra. Hj. Siti Nafsiah, M.Si, event seni budaya sangat dinantikan oleh para pelaku seni, terlebih dimasa melandainya pandemi Covid -19.

“Pelaksanaan event seni budaya dan menurunkan angka penyebaran Pandemi Cocid-19 adalah kabar baik untuk pelaku seni baik kesenian tari, pertunjukan, drama, dan seni rupa yang memerlukan lapangan terbuka dalam berkarya,” ucap Siti Nafsiah, saat dibincangi Kalteng.co di gedung dewan, Senin (17/7).

Wakil rakyat dari Dapil I meliputi Kabupaten Katingan, Gumas dan Kota Palangka Raya ini juga mengatakan, selama dua tahun terakhir, pandemi Covid-19 sangat berdampak pada sektor kesenian, dimana beragam event seni budaya tidak dapat dilaksanakan karena adanya kebijakan untuk mengurangi aktifitas diluar rumah.

Hal tersebut tentunya membuat akses berkarya para pelaku kesenian menjadi terkekang, termasuk  menurunnya pendapatan secara ekonomi. Sehingga dengan kembali digalakannya event seni budaya ditahun 2022, diharapkan gairah kesenian dapat kembali menggeliat.

“Harapan saya, digalakannya berbagai event seni budaya, geliat kesenian Kalteng juga kembali bangkit dan tidak lupa saya mengajak masyarakat khususnya bagi pelaku seni, agar tidak berhenti berkarya,” ujarnya.

Wakil ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kalteng ini juga menilai hasil karya kesenian Kalteng memiliki potensi dan prospek dari segi ekonomi. Seperti kerajinan tangan yang memiliki pasarnya sendiri hingga keluar negeri, drama pertunjukan yang menceritakan perjuangan tokoh-tokoh jaman dahulu, tulisan cerita masyarakat dayak yang tertuang dalam buku, merupakan potensi yang harus mendapat dukungan dari semua pihak.

“Kesenian seperti ini harus kita gelorakan dan tampilkan kembali secara perlahan. Apabila ada potensi yang perlu dikembangkan maka harus kita kembangkan, dengan harapan bisa menjadi income bagi pelaku seni dan pemerintah,” pungkasnya. (ina)

Related Articles

Back to top button