Potret Proyek APBN Rp17 M yang Ambruk

PALANGKA RAYA, kalteng.coSuara gemuruh terdengar jelas di belakang sebuah rumah kontrakan di Jalan Kelurahan Palangka, kawasan Pasar Kahayan, Sabtu (6/2) sekitar pukul 23.00 WIB. Tak berapa lama setelah hujan deras mengguyur Kota Palangka Raya. Suara gemuruh tersebut karena runtuhnya dinding drainase utama yang tak kuat menahan derasnya dorongan air yang mengalir dari permukiman warga sekitarnya.

Menurut keterangan seorang warga sekitar, Hairot, peristiwa itu terjadi pada Sabtu malam. “Saya ada dengar bunyi gemuruh dari belakang rumah, cuman waktu itu saya tidak keluar dari rumah, warga sini banyak yang melihat siring (dinding drainase) itu roboh,” ujar Hairot kepada Kalteng Pos di rumah kontrakannya, kemarin (8/2).

Baca Juga:  Polres Selidiki Runtuhnya Dermaga Feri Palambahen

Hairot menyebut, sebelum robohnya dinding drainase tersebut, Kota Cantik diguyur hujan lebat. Perempuan yang mengaku sudah dua tahun menempati rumah kontrakan yang dekat dengan drainase yang rubuh itu mengatakan, sebelum dinding drainase rubuh, warga sekitar sudah melihat sejumlah retakan. “Ada retak-retak di dindingnya,” terang Hairot lagi.

Meskipun tempat tinggalnya masih terbilang aman, tapi Hairot meminta agar dinding drainase tersebut segera diperbaiki oleh pihak yang bertanggung jawab. “Kami harap cepat diperbaiki,” ucapnya.