BeritaMETROPOLISTechno

Sssttt…. AI Grok Bisa ‘Telanjangi’ Foto Orang: Tuai Protes Global!

KALTENG.CO-Industri kecerdasan buatan (AI) kembali diguncang kontroversi hebat. Kali ini, sorotan tajam tertuju pada Grok, asisten AI milik platform X (dahulu Twitter).

Grok dituding menjadi alat yang sangat berbahaya karena kemampuannya dalam menghasilkan dan mengedit gambar yang menyerupai foto orang nyata secara seksual tanpa izin.

Isu ini memicu perdebatan panas mengenai etika digital dan batas-batas inovasi teknologi yang mulai dianggap mengancam privasi serta martabat manusia.

Ancaman “Deepfake” Seksual yang Menghantui Publik

Fitur manipulasi gambar pada Grok dinilai memiliki celah keamanan yang fatal. Publik mengecam keras kemudahan AI ini dalam mengubah foto asli menjadi konten pornografi atau tampilan eksplisit. Fenomena ini memicu ketakutan akan maraknya deepfake seksual yang menyasar warga sipil, tokoh publik, hingga anak-anak di bawah umur.

Aktivis perlindungan anak dan pakar keamanan digital global memperingatkan bahwa jika teknologi ini dibiarkan tanpa pengawasan ketat, dampaknya bisa menghancurkan reputasi seseorang dalam sekejap.

Langkah Tegas Indonesia: Pemblokiran Akses Grok

Indonesia menjadi salah satu negara garda terdepan yang menunjukkan sikap tanpa kompromi. Menanggapi potensi penyalahgunaan tersebut, pemerintah Indonesia secara resmi mengambil langkah pemblokiran akses Grok.

Keputusan ini diambil sebagai tindakan preventif untuk melindungi masyarakat dari konten pornografi dan pelanggaran privasi massal yang difasilitasi oleh kecerdasan buatan. Langkah tegas ini juga merupakan bentuk kedaulatan digital dalam menyaring teknologi asing yang tidak sejalan dengan nilai-nilai lokal dan hukum yang berlaku.


Respon Resmi X: Terapkan Aturan “Nol Toleransi”

Menghadapi gelombang protes dari berbagai negara, manajemen X akhirnya merilis pernyataan resmi pada Kamis pagi, 15 Januari 2026. Melalui akun keselamatan resminya, perusahaan milik Elon Musk tersebut mengumumkan perombakan besar-besaran pada protokol keamanan Grok.

“Kami tetap berkomitmen menjadikan X sebagai platform yang aman dan menerapkan nol toleransi terhadap segala bentuk eksploitasi seksual anak serta ketelanjangan tanpa persetujuan,” tulis pengumuman tersebut.

Berikut adalah poin-poin utama pembaruan keamanan Grok:

  1. Pencegahan Manipulasi Foto Nyata: Grok kini dibekali teknologi yang melarang pengeditan foto orang nyata menjadi tampilan minim busana (seperti bikini atau pakaian dalam).
  2. Akses Berbayar untuk Akuntabilitas: Fitur pembuatan dan pengeditan gambar kini hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. Langkah ini diambil agar pengguna yang menyalahgunakan AI dapat lebih mudah dilacak dan dimintai pertanggungjawaban secara hukum.
  3. Implementasi Geoblock: X menerapkan pembatasan wilayah (geoblocking) di yurisdiksi yang secara hukum melarang pembuatan konten orang nyata dengan pakaian minim, sebagai bentuk kepatuhan terhadap hukum lokal.
  4. Sanksi Tegas dan Laporan Hukum: X berkomitmen menghapus konten yang melanggar standar prioritas tinggi, menangguhkan akun pelanggar secara permanen, dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum jika ditemukan materi eksploitasi anak.

Menakar Masa Depan AI dan Etika Global

Pembaruan yang dilakukan X ini dipandang sebagai upaya untuk meredam kemarahan dunia internasional sekaligus menyelamatkan reputasi perusahaan di mata pengiklan dan pemerintah. Namun, tantangan besar tetap ada: mampukah sistem otomatisasi mereka benar-benar menyaring jutaan prompt AI yang masuk setiap harinya?

Kasus Grok ini menjadi pengingat penting bagi para pengembang teknologi bahwa kecanggihan fitur harus selalu dibarengi dengan tanggung jawab moral yang setara. (*/tur)

Related Articles

Back to top button