Prancis Pastikan Ikut Piala Dunia 2026: Pisahkan Olahraga dari Politik Greenland!

KALTENG.CO-Pemerintah Prancis akhirnya memberikan pernyataan resmi terkait spekulasi boikot Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di tengah ketegangan diplomatik akibat ambisi Presiden AS Donald Trump terhadap Greenland, Paris menegaskan komitmennya untuk tetap mengirimkan skuad Les Bleus ke turnamen akbar tersebut.
Menteri Olahraga Prancis, Marina Ferrari, menyatakan bahwa saat ini tidak ada rencana bagi tim nasional Prancis untuk menarik diri dari kompetisi.
Langkah ini diambil demi menjaga marwah olahraga agar tetap terpisah dari dinamika politik global yang sedang bergejolak.
“Olahraga Harus Terpisah dari Politik”
Dalam pernyataannya kepada awak media pada Selasa (21/1/2026), politisi berusia 52 tahun dari partai Gerakan Demokratik (MoDem) ini menekankan pentingnya Piala Dunia bagi publik global.
“Saat ini, kementerian tidak memiliki keinginan untuk memboikot kompetisi besar yang sangat dinantikan ini,” tegas Ferrari.
Meskipun ia menyadari adanya kontroversi yang dipicu oleh kebijakan luar negeri Amerika Serikat, Ferrari memilih untuk tetap fokus pada nilai sportivitas. “Piala Dunia 2026 adalah momen yang sangat penting bagi semua pecinta olahraga. Namun, saya tidak menghakimi apa yang mungkin terjadi di masa depan terkait perkembangan politik yang ada,” tambahnya.
Kontroversi Greenland dan Tekanan dari Parlemen
Isu boikot ini mencuat setelah Donald Trump kembali menyuarakan ambisinya untuk mengambil alih kendali Greenland dari Denmark, yang merupakan sesama anggota NATO. Ambisi tersebut memicu reaksi keras di Eropa, karena dianggap merusak hukum internasional dan mengancam stabilitas hubungan antar-sekutu.
Di dalam negeri Prancis sendiri, suara untuk memboikot turnamen mulai berdatangan dari kursi parlemen. Anggota parlemen sayap kiri, Eric Coquerel, secara terbuka mempertanyakan etika bertanding di negara yang dianggapnya melakukan tindakan agresif terhadap kedaulatan wilayah lain.
“Bisakah kita benar-benar membayangkan bermain di Piala Dunia di negara yang menyerang ‘tetangganya’, mengancam Greenland, dan merusak hukum internasional?” tulis Coquerel melalui media sosial pribadinya.
Coquerel bahkan menyarankan agar otoritas sepak bola dunia mempertimbangkan untuk memindahkan fokus penyelenggaraan sepenuhnya ke Meksiko dan Kanada, guna menghindari keterlibatan langsung dengan Amerika Serikat jika ketegangan terus berlanjut.
Ambisi Kylian Mbappe cs di Musim Panas 2026
Perdebatan ini menjadi krusial mengingat tim nasional Prancis adalah salah satu kandidat kuat juara. Setelah kekalahan dramatis dari Argentina di final Piala Dunia 2022, skuad asuhan Didier Deschamps yang dipimpin oleh Kylian Mbappe memiliki ambisi besar untuk merebut kembali trofi emas tersebut.
Jika boikot benar-benar terjadi, hal ini akan menjadi kerugian besar bagi dunia sepak bola, mengingat status Prancis sebagai pemenang dua kali Piala Dunia pria yang memiliki daya tarik global luar biasa.
Hingga saat ini, Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) belum memberikan komentar tambahan, namun pernyataan Menteri Marina Ferrari memberikan sinyal kuat bahwa Les Bleus tetap akan terbang ke Amerika Utara pada Juni mendatang. (*/tur)



