
KALTENG.CO-Pertandingan besar akan tersaji di Stadion Sultan Agung, Bantul, saat PSIM Jogjakarta menjamu pemuncak klasemen sementara, Borneo FC.
Laga pada Minggu (14/9/2025) pukul 15.30 WIB ini menjadi momen krusial bagi Laskar Mataram untuk memecah kebuntuan di kandang sendiri.
Dari dua pertandingan kandang sebelumnya, PSIM harus puas dengan hasil imbang 1-1 saat melawan Arema FC dan Persib Bandung. Pelatih PSIM, Jean-Paul van Gastel, mengungkapkan ambisi besarnya untuk meraih kemenangan pertama di depan pendukungnya.
“Saya berekspektasi tinggi untuk pertandingan besok, dengan intensitas dan tempo tinggi,” ujar Van Gastel, dikutip dari laman resmi PSIM. “Kami imbang di dua laga kandang. Seharusnya kami bisa menang, terutama saat melawan Arema dan Persib.”
Analisis Kekuatan Lawan: Borneo FC Tim Tak Terkalahkan
Tantangan bagi PSIM tidak main-main. Lawan yang mereka hadapi, Borneo FC, tampil sebagai tim paling sempurna di Super League 2025/2026. Skuad asuhan Fabio Lefundes ini berhasil menyapu bersih tiga pertandingan awal dengan kemenangan, menempatkan mereka di posisi kedua klasemen dengan 9 poin, unggul satu poin dari PSIM di posisi keempat.
Menurut Van Gastel, kunci kekuatan Pesut Etam terletak pada kemampuan mereka mengontrol jalannya pertandingan. “Mereka tidak terkalahkan di tiga laga. Mereka bisa mengontrol pertandingan dengan baik,” jelas pelatih asal Belanda tersebut.
Selain itu, Van Gastel juga menyoroti lini serang Borneo yang sangat terorganisir. Mereka memiliki ujung tombak berbahaya bernama Mariano Peralta, yang sudah mencetak satu gol di setiap pertandingan, total tiga gol. “Sisi penyerangan mereka bagus. Bagaimana mereka memulai serangan dari garis pertahanan dan lini tengah juga perlu kami antisipasi,” tambahnya.
Fokus Utama PSIM: Memperkuat Pertahanan
Menyadari ancaman tersebut, Van Gastel fokus pada pematangan pertahanan timnya. Latihan intensif telah dilakukan untuk mengantisipasi serangan-serangan terstruktur dari Borneo.
“Kondisi dan persiapan pemain bagus, kami melakukan persiapan cukup matang,” kata pemain PSIM, Franco Ramos. “Sama saja persiapannya seperti sebelumnya, kami menganalisis permainan Borneo secara menyeluruh.”
Kemenangan tandang 2-0 atas Malut United di laga sebelumnya menjadi modal berharga bagi mentalitas PSIM. Dukungan penuh dari suporter di Stadion Sultan Agung diharapkan dapat mendorong semangat tim untuk meraih poin penuh dan menggeser posisi Borneo di klasemen.
Laga ini bukan hanya soal meraih kemenangan kandang, tetapi juga tentang pembuktian siapa yang lebih layak berada di papan atas Super League. Akankah Laskar Mataram mampu menghentikan laju sempurna Pesut Etam? (*/tur)




