
KALTENG.CO-Langit Sabtu petang di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, menjadi saksi bisu penghormatan terakhir bagi putra-putra terbaik bangsa. Presiden RI Prabowo Subianto hadir langsung untuk bertakziah dan memimpin prosesi penghormatan kepada tiga prajurit TNI yang gugur dalam misi mulia perdamaian dunia bersama UNIFIL di Lebanon.
Kehadiran Presiden Prabowo di Gedung VIP Terminal 3 pada Sabtu (4/4/2026) menunjukkan duka mendalam sekaligus apresiasi tertinggi negara atas pengabdian para martir perdamaian tersebut.
Penghormatan untuk Tiga Putra Terbaik Bangsa
Tiga peti jenazah yang dibalut bendera Merah Putih berdiri tegak di ruang persemayaman. Mereka adalah:
Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar
Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan
Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon
Di depan masing-masing peti, berjajar foto almarhum dengan latar logo Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), karangan bunga, serta para istri yang duduk dengan tegar mendampingi peristirahatan terakhir suami mereka.
Momen Emosional: Presiden Prabowo Kuatkan Keluarga Korban
Setibanya di ruang persemayaman, Presiden Prabowo mengawali penghormatan di depan peti Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon. Dengan raut wajah penuh empati, Presiden menghampiri istri dan ibunda almarhum. Beliau tampak menepuk pundak keduanya, sebuah gestur penguatan dari seorang pemimpin sekaligus senior militer kepada keluarga prajurit.
Momen menyentuh kembali terjadi saat Presiden berdiri di depan peti jenazah Serka Anumerta Muhammad Nur. Presiden Prabowo sempat menemui buah hati almarhum dan mencium kening anak tersebut, memberikan pesan bisu bahwa negara tidak akan melupakan jasa ayahnya.
Prosesi yang sama dilakukan di depan peti Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar. Kepada seluruh ahli waris, Presiden menyampaikan ucapan belasungkawa secara langsung dan mendalam.
Kehadiran SBY dan Kebanggaan Baret Biru
Di tengah prosesi, hadir pula Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Mengenakan setelan jas lengkap dengan baret biru khas pasukan perdamaian PBB, SBY turut memberikan penghormatan terakhir. Kehadiran SBY memberikan makna simbolis yang kuat, mengingat beliau adalah tokoh yang memiliki sejarah panjang dalam diplomasi pertahanan dan pengiriman pasukan perdamaian Indonesia.
Dalam suasana khidmat tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh sejumlah pejabat teras negara, di antaranya:
Menteri Pertahanan: Sjafrie Sjamsoeddin
Menteri Luar Negeri: Sugiono
Panglima TNI: Jenderal TNI Agus Subiyanto
Pelepasan Menuju Kampung Halaman
Setelah prosesi takziah selesai, jenazah ketiga prajurit tersebut disiapkan untuk upacara pelepasan resmi yang dipimpin oleh Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Rencananya, setelah upacara militer di bandara usai, jenazah para patriot ini akan segera diterbangkan menuju rumah duka masing-masing di kampung halaman untuk dimakamkan dengan upacara kebesaran militer.
Gugurnya ketiga prajurit ini menjadi pengingat bagi seluruh bangsa akan besarnya pengorbanan TNI dalam menjaga mandat perdamaian dunia. Indonesia kehilangan putra terbaiknya, namun jasa mereka akan tetap abadi dalam sejarah diplomasi dan pertahanan internasional. (*/tur)



