BeritaHukum Dan KriminalNASIONALPeristiwaUtama

Presiden Prancis Emmanuel Macron Ditampar Pria Tak Dikenal saat Blusukan

PRANCIS,Kalteng.co – Kejadian mengejutkan di alami oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron. Wajah sang presiden di tampar pria tak di kenal saat ia melakukan blusukan kunjungan resmi ke tenggara Prancis.

Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, Macron terlihat sedang berjalan ke arah penghalang untuk menyapa rakyatnya. Saat itu ia dalam perjalanan ke Tain-l’Hermitage di luar kota Valence.

Tiba-tiba seorang pria berkaus hijau menampar wajah Emmanuel Macron sebelum petugas dengan cepat masuk. Sementara itu, presiden langsung di tarik menjauh oleh petugas keamanan. “Dua pria telah di tangkap setelah insiden itu,” lapor media Prancis, seperti di kutip dari BBC.

Pria itu terdengar berteriak ‘Turunkan Macron-isme’ saat dia menampar presiden. Dalam video tersebut, Macron sedang berinteraksi dengan orang banyak. Hingga kini belum di ketahui identitas dan motif pria tersebut. Pelaku dan orang lain sedang di interogasi oleh dalam pernyataan yang di laporkan oleh kantor berita AFP.

Presiden Prancis Emmanuel Macron Di Lindungi Oleh Kelompok Keamanan GSPR

“Petugas di kerahkan di jalan-jalan Valence tak lama setelah tamparan itu,” menurut tweet seorang jurnalis Prancis seperti di lansir dari BBC, Selasa (8/6/2021).

Saat kejadian, Presiden Prancis Emmanuel Macron di lindungi oleh Kelompok Keamanan untuk Kepresidenan Republik, yang di kenal sebagai GSPR. Kelompok itu di di rikan pada tahun 1983 dan di laporkan terdiri dari 77 pria dan perempuan untuk melindungi Macron selama acara.

Menurut saluran TV Prancis BFM, petugas memeriksa lokasi sebelum kunjungan presiden. Personel bersenjata ke mudian di tugaskan untuk menjaga ketat presiden dalam perjalanan itu.

Saluran tersebut melaporkan bahwa 10 anggota GSPR bersama Emmanuel Macron dalam perjalanan tersebut. Politisi dengan cepat mengecam insiden itu. Perdana Menteri Jean Castex mengatakan kepada Majelis Nasional mengecam kekerasan, agresi verbal dan bahkan serangan fisik.

“Solidaritas untuk presiden,” katanya segera setelah tamparan itu.
Presiden Macron saat ini sedang melakukan tur ke Prancis dan baru saja mengunjungi sebuah sekolah hotel di Tain-l’Hermitage. Kunjungannya ke daerah itu di lanjutkan pada Selasa (8/6/2021). (tur)

Related Articles

Back to top button