Produksi Pasir Silika 1,5 Juta Ton per Bulan, PT MMAI di Kotawaringin Timur Andalkan Listrik PLN

Adanya penyambungan listrik ini diharapkan dapat membuat kegiatan operasional perusahaan berjalan lebih efisien dan produktif.
“Dengan menggunakan listrik dari PLN, biaya operasional PT MMAI akan lebih efisien karena tidak perlu mengeluarkan biaya operasional mesin sendiri, sehingga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan produksi. Di sisi lain, dengan beroperasinya perusahaan ini di Kalteng, tentunya juga akan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui melalui kegiatan operasional yang dilakukan oleh pelaku industri,” paparnya.

Syauki juga menjabarkan bahwa kemampuan daya pasok terkini sistem kelistrikan Kalseltengtimra masih memiliki cadangan sebesar 251 Mega Watt (MW). Ini tentu sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan industri-industri di Kalimantan.
Tidak hanya itu, PLN juga selalu melakukan penambahan pembangkit baru setiap tahunnya dengan memanfaatkan sumber energi yang ramah lingkungan seperti tenaga surya, angin, dan air.
“PLN berkomitmen untuk memimpin transisi energi dan ekonomi hijau, sehingga kami sangat proaktif untuk menggaet para pengusaha agar menggunakan listrik PLN yang lebih bersih karena bersumber dari pembangkit Energi Baru Terbarukan (EBT). Tak hanya membantu efisiensi pelaku industri, tetapi turut membantu memperbaiki lingkungan dengan menyediakan listrik yang ramah lingkungan,” pungkas Syauki.
Ia juga mengapresiasi hadirnya Bank BNI dengan peran menampung biaya penyambungan pelanggan, hingga selanjutnya diserahkan ke PLN jika seluruh pekerjaan telah siap dilakukan energize.
Harvey Tjokro, Direktur PT MMAI, mengapresiasi terlaksananya PJBTL dan menegaskan bahwa kehadiran listrik PLN akan memberikan keuntungan bagi operasional usaha mereka.
“Terima kasih kami ucapkan kepada PLN, listrik dari PLN ini tentu akan memberikan keuntungan tersendiri bagi operasional usaha kami, sebab banyak biaya operasi yang terpangkas,” tutup Harvey.
Dengan kolaborasi ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas pengusaha industri, serta menarik minat investasi, khususnya di Kalimantan Tengah. (*/tur)



