Jangan Anggap Sepele! Cegukan Berkepanjangan Bisa Jadi Gejala Gangguan Pencernaan dan Asma
KALTENG.CO-Siapa yang tidak pernah mengalami cegukan? Kondisi yang terdengar sepele ini, atau yang dalam istilah medis disebut singultus, merupakan fenomena yang sangat umum terjadi.
Meskipun seringkali hilang dengan sendirinya dalam beberapa menit, cegukan yang datang tiba-tiba dan berulang kali tentu dapat mengganggu kenyamanan dan aktivitas harian.
Lantas, bagaimana sebenarnya cegukan bisa terjadi, dan kapan kondisi ini harus diwaspadai sebagai tanda penyakit serius?
Mekanisme Terjadinya Cegukan
Cegukan berawal dari otot diafragma yang berkontraksi secara tiba-tiba dan tidak terkontrol. Diafragma sendiri adalah otot utama pernapasan yang terletak memisahkan rongga dada dan perut.
Ketika kontraksi mendadak ini terjadi, udara akan masuk terlalu cepat ke paru-paru. Akibatnya, pita suara (katup saluran napas) akan menutup dengan sangat cepat. Penutupan yang cepat inilah yang kemudian menghasilkan suara khas “hik” yang menjadi ciri khas cegukan. Dari bunyi inilah kata hiccup dalam bahasa Inggris berasal.
Durasi cegukan sangat bervariasi; bisa hanya berlangsung beberapa menit, tetapi bisa juga terjadi lebih lama hingga melewati 48 jam.
🍽️ Penyebab Umum Cegukan yang Bersifat Sementara
Kontraksi diafragma yang terjadi secara tiba-tiba dapat dipicu oleh berbagai faktor umum, terutama yang berkaitan dengan kebiasaan makan dan kondisi emosional.
Dikutip dari berbagai sumber kesehatan, cegukan yang bersifat sementara umumnya muncul akibat:
- Makan Terlalu Cepat atau Berlebihan: Asupan makanan yang terlalu cepat atau porsi yang terlalu besar dapat menyebabkan perut meregang dan mengiritasi diafragma.
- Konsumsi Makanan Tertentu: Makanan panas, makanan pedas, serta minuman bersoda atau beralkohol sering menjadi pemicu utama.
- Menelan Udara Berlebih (Aerophagia): Hal ini dapat terjadi saat mengunyah permen karet, mengisap permen, atau menelan udara berlebihan.
- Perubahan Suhu Mendadak: Misalnya, minum air dingin segera setelah mengonsumsi makanan panas.
- Kondisi Emosional: Perasaan gugup, terlalu bersemangat, atau stres juga dapat memicu refleks kontraksi diafragma.
🚨 Cegukan Berkepanjangan: Waspada Tanda Penyakit Serius
Meskipun sebagian besar cegukan tidak berbahaya, cegukan yang berlangsung lebih dari dua hari berturut-turut merupakan sinyal yang tidak boleh diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi tanda bahwa tubuh mengalami penyakit atau gangguan kesehatan yang serius.
Beberapa penyakit yang bisa menjadi pemicu cegukan berkepanjangan meliputi:
- Gangguan Saluran Pencernaan: Penyakit seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD), gastritis (radang lambung), pankreatitis, dan radang usus.
- Gangguan Sistem Pernapasan: Kondisi seperti bronkitis, pneumonia, TBC, dan asma juga dapat mengiritasi saraf di area dada, memicu cegukan.
- Gangguan Saraf: Dalam kasus langka, cegukan kronis bisa berhubungan dengan iritasi atau kerusakan saraf vagus atau frenikus.
💧 Cara Efektif Mengatasi Cegukan Secara Sederhana
Jika cegukan yang Anda alami tidak berkaitan dengan penyakit serius, ada beberapa langkah sederhana yang dapat Anda coba untuk meredakannya, sebagaimana dianjurkan oleh ahli kesehatan:
- Lakukan Manuver Tekanan: Coba berbaring telungkup untuk memberikan tekanan pada dada, atau duduk dan tarik lutut hingga mendekati dada.
- Stimulasi Saraf: Lakukan manuver menahan napas sejenak, atau minum air dingin secara perlahan.
- Stimulasi Rasa: Coba mengecap sedikit cuka, menelan satu sendok teh gula pasir, atau menggigit irisan lemon. Stimulasi kuat dari rasa asam atau manis dapat mengganggu siklus cegukan.
- Bernapas dengan Kantong Kertas: Bernapas ke dalam kantong kertas (bukan plastik) dapat meningkatkan kadar karbon dioksida dalam darah, yang bisa membantu menenangkan diafragma.
Untuk mencegah cegukan datang kembali, biasakan untuk makan dan minum dalam tempo yang lambat dan tenang. Selain itu, hindari konsumsi minuman berkarbonasi dan alkohol secara berlebihan.
Jika cegukan Anda tidak kunjung hilang setelah 48 jam tanpa alasan yang jelas, segera periksakan diri ke dokter untuk memperoleh pemeriksaan dan diagnosis yang tepat. (*/tur)




