BeritaLife StyleMETROPOLISTechno

Ancaman AI Google Nyata! Gemini Ungguli ChatGPT di iPhone, Kalahkan Keraguan Pasar

KALTENG.CO-Setelah sempat dicoret dari peta persaingan kecerdasan buatan (AI) oleh banyak analis dan pasar, Google (Alphabet) berhasil menunjukkan comeback yang mengejutkan.

Hanya dalam waktu satu tahun, perusahaan raksasa ini sukses menepis keraguan dan muncul sebagai pemain dominan di segmen AI yang langsung bersentuhan dengan pengguna atau konsumen.

Matt Britzman, seorang analis dari Hargreaves Lansdown, dengan tegas menyatakan, “Pasar sempat menyingkirkan Alphabet dari perlombaan AI. Itu jelas pandangan yang terlalu terburu-buru.”

Masa Sulit: Blunder Bard dan Ejekan AI Overviews

Perjalanan Google menuju dominasi ini tidaklah mulus, penuh dengan tantangan dan bahkan rasa malu.

Pada Maret 2023, Google terpaksa meluncurkan Bard, pesaing langsung ChatGPT, hanya empat bulan setelah OpenAI mengguncang dunia teknologi. Namun, debut Bard menuai ejekan global setelah AI tersebut gagal memberikan jawaban akurat mengenai teleskop James Webb.

Setahun berselang, masalah kembali muncul. Google memperkenalkan fitur AI Overviews di mesin pencari. Fitur ini kembali dipermalukan karena memberikan saran yang absurd, mulai dari resep “pizza dengan lem” hingga anjuran untuk “makan batu setiap hari.”

Kegagalan-kegagalan awal ini memicu kritik keras. Ben Wood, analis dari CCS Insight, berpendapat bahwa Google kala itu terlalu fokus memperkuat platform internal ketimbang melayani konsumen. Senada, Ted Mortonson dari Baird menilai pimpinan Google sempat lengah dan terlalu percaya diri dengan keunggulan teknologi AI yang sudah mereka miliki.

Titik Balik: Restrukturisasi, DeepMind, dan Sergey Brin

Momentum perubahan mulai terasa pada tahun 2024. Perubahan kunci terjadi pada internal perusahaan:

  1. Sergey Brin Kembali Aktif: Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, dilaporkan kembali aktif bekerja di markas besar Google.
  2. Integrasi DeepMind: Google merombak struktur internal dengan menyatukan tim pengembang AI di bawah satu bendera, Google DeepMind, yang dipimpin oleh peraih Nobel, Demis Hassabis.

CEO Sundar Pichai menjelaskan dalam Lex Fridman Podcast bahwa upaya ini memang memerlukan waktu. “Kami membutuhkan waktu untuk menyatukan tim-tim ini. Tetapi saya bisa melihat dengan jelas arah yang sedang kami tempuh,” ujar Pichai. Restrukturisasi ini bertujuan untuk menciptakan sinergi dan mempercepat inovasi.

Lahirnya Inovasi Konsumen Nyata

Perubahan internal ini segera membuahkan hasil nyata yang langsung dirasakan konsumen:

  • NotebookLM: Alat yang membantu pengguna membuat sintesis dokumen.
  • Veo 3: Teknologi generasi video canggih.
  • AI Mode: Mesin pencari Google kini dapat berfungsi sebagai chatbot interaktif layaknya ChatGPT.
  • Perangkat Keras Cerdas: Ponsel Pixel terbaru kini dilengkapi kemampuan zoom 100 kali lipat dan terjemahan real-time, ditambah fitur video AI di YouTube.

Avi Greengart dari Techsponential menilai bahwa alat-alat yang dirilis Google saat ini sudah “benar-benar bisa digunakan dalam kehidupan nyata,” tidak sekadar demo di konferensi pengembang. Bahkan, Ben Wood menempatkan Google di posisi terdepan dalam kategori perangkat berbasis AI berkat inovasi pada Pixel.

Gemini Ungguli ChatGPT: Sebuah Kemenangan Konsumen

Puncak kebangkitan Google ditandai dengan melesatnya popularitas Gemini, model AI terbaru mereka. Versi ringan yang disebut Nano Banana membuat Gemini untuk pertama kalinya melampaui ChatGPT dalam jumlah unduhan di perangkat iPhone. Ini adalah penanda jelas bahwa Google telah berhasil mengambil alih hati dan perangkat konsumen.

Di sisi hukum, Google juga meraih kemenangan penting setelah hakim federal AS menolak tuntutan pemerintah untuk memaksa Google melepas browser Chrome, memberikan stabilitas operasional bagi perusahaan.

Sementara itu, Apple dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk menggunakan Gemini dalam memperbarui asisten virtual mereka, Siri—sebuah indikasi kepercayaan industri terhadap model AI Google.

Meskipun monetisasi AI masih menjadi tantangan, peluangnya dinilai sangat besar. “Google sedang bermain untuk jangka panjang,” tutup Ben Wood. “Saat ini mereka memberi layanan gratis agar konsumen terbiasa dengan Gemini. Namun dalam jangka panjang, hal ini berpotensi menjadi sumber pendapatan yang besar.”

Kebangkitan Google membuktikan bahwa dalam persaingan teknologi, kecepatan saja tidak cukup. Konsolidasi tim, inovasi yang fokus pada masalah nyata konsumen, dan komitmen jangka panjang adalah kunci untuk membalikkan keadaan dan meraih dominasi. (*/tur)

Related Articles

Back to top button