AKHIR PEKANBeritaHIBURANMETROPOLIS

Review “The Art of Sarah”: Drama Netflix Tentang Sisi Gelap Dunia Elit dan Merek Mewah

KALTENG.CO-Dunia hiburan internasional kembali diguncang oleh kekuatan konten Korea. Kali ini, serial terbaru Netflix berjudul “The Art of Sarah” mencatatkan debut global yang sangat mengesankan. Sejak tayang perdana pada 13 Februari 2026, drama ini langsung melesat menjadi perbincangan hangat di media sosial dan platform streaming.

Hanya dalam waktu tiga hari setelah dirilis, The Art of Sarah berhasil menduduki peringkat ketiga dalam daftar Global Top 10 Non-English Shows. Pencapaian ini membuktikan bahwa narasi tentang ambisi dan kemewahan tetap menjadi magnet kuat bagi penonton dunia.

Dominasi Global di 38 Negara

Melansir data dari Allkpop, drama yang dibintangi aktris berbakat Shin Hye Sun ini mencatatkan sekitar 3,8 juta penayangan. Angka ini dihitung secara akurat berdasarkan total jam tontonan yang dibagi dengan durasi keseluruhan serial.

Tak hanya berjaya di level global, The Art of Sarah juga mendominasi tangga tontonan di berbagai negara, khususnya di Asia:

  • Asia Tenggara: Indonesia, Filipina, Thailand, Vietnam, dan Malaysia.

  • Asia Timur: Korea Selatan, Jepang, Singapura, dan Hong Kong.

  • Global: Masuk dalam jajaran Top 10 di 38 negara lainnya, termasuk Peru, Kolombia, hingga Kenya.

Sinopsis: Labirin Kebohongan di Dunia Elit 0,1 Persen

The Art of Sarah mengisahkan perjalanan hidup Sarah Kim (Shin Hye Sun), seorang wanita ambisius yang memiliki mimpi besar untuk menjadi ikon kemewahan. Namun, jalan yang ia tempuh sangat berisiko; ia harus membangun citranya di atas tumpukan kebohongan.

Alur cerita berfokus pada dunia merek mewah kelas atas bernama “Boudoir”. Merek ini bukan sembarang label, melainkan simbol status yang hanya menargetkan kelompok elit 0,1 persen teratas masyarakat.

Di sisi lain, Sarah harus berhadapan dengan Mu Gyeong (Lee Jun Hyuk), pria misterius yang mengincar ambisi Sarah untuk kepentingannya sendiri. Interaksi penuh intrik antara keduanya menjadi motor penggerak cerita yang penuh kejutan.

Estetika Visual dan Simbolisme Kemewahan

Salah satu daya tarik utama drama ini adalah desain produksinya yang memukau. Penonton akan dimanjakan dengan visual butik mewah, dekorasi pohon pinus besar yang ikonik, hingga ruang pamer elegan yang memajang koleksi tas eksklusif Boudoir.

Sutradara Kim Jin Min menjelaskan bahwa tas dalam drama ini bukan sekadar aksesori. Tas Boudoir adalah simbol sentral yang mewakili status sosial sekaligus keserakahan para karakternya.

Sentuhan Tangan Dingin Penata Kostum Squid Game Penampilan modis Shin Hye Sun sebagai Sarah Kim tak lepas dari peran Jo Sang Kyung. Penata kostum legendaris ini sebelumnya sukses besar lewat proyek Squid Game dan film The Hunt. Tak heran jika setiap outfit yang dikenakan Sarah terasa begitu detail dan meyakinkan.

Mengapa “The Art of Sarah” Wajib Ditonton?

Kombinasi antara skenario yang solid dan akting brilian Shin Hye Sun menjadi alasan utama kesuksesan serial ini. Shin Hye Sun dinilai sangat piawai menghidupkan berbagai persona karakter Sarah Kim—dari wanita biasa hingga sosok sosialita papan atas—dengan transisi yang halus.

Dengan alur cerita yang sulit ditebak dan kritik sosial terhadap gaya hidup mewah, The Art of Sarah diprediksi akan terus bertahan di papan atas tangga lagu Netflix selama beberapa pekan ke depan. (*/tur)

KADIN KALTENG
https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button