BeritaHIBURANMETROPOLIS

Review The Taking of Deborah Logan: Saat Alzheimer Berubah Jadi Teror Mencekam

KALTENG.CO-Penyakit kronis sering kali bukan hanya menyerang fisik, tetapi juga mampu mengubah identitas, sifat, dan perilaku seseorang secara drastis.

Salah satu kondisi yang paling menakutkan bagi banyak keluarga adalah Alzheimer. Penyakit ini menyerang otak, memicu penurunan daya ingat, serta mengganggu kemampuan berpikir dan berbicara.

Di tengah ketidakpastian medis mengenai obat penawarnya, film “The Taking of Deborah Logan” (2014) hadir memberikan perspektif horor yang unik. Film ini menggabungkan isu demensia dengan elemen supranatural yang sulit dilupakan.

Sinopsis: Sebuah Dokumenter yang Berujung Investigasi Gelap

Cerita dimulai ketika sekelompok mahasiswa, Mia (Michelle Ang), Gavin (Brett Gentile), dan Luis (Jeremy DeCarlos), memulai proyek dokumenter tentang perkembangan penyakit Alzheimer. Mereka memilih seorang wanita tua bernama Deborah Logan (Jill Larson) sebagai subjek utama.

Deborah tinggal di sebuah rumah besar bersama putrinya, Sarah (Anne Ramsay). Demi mendapatkan kompensasi biaya untuk mempertahankan rumah mereka, Sarah setuju membiarkan tim dokumenter merekam keseharian ibunya.

Keanehan di Balik Gejala Alzheimer

Pada awalnya, Deborah tampak seperti pasien pada umumnya. Ia bercerita tentang masa lalunya sebagai operator papan saklar telepon untuk menghidupi Sarah setelah suaminya meninggal muda. Namun, seiring berjalannya waktu, perbedaan perilaku Deborah antara siang dan malam mulai terasa janggal.

  • Pagi Hari: Deborah bisa beraktivitas normal dan tampak tenang.

  • Malam Hari: Ia berubah menjadi sangat agresif, melakukan tindakan melukai diri sendiri, hingga bertingkah seperti orang yang sedang kerasukan.

Salah satu momen paling mengerikan adalah ketika juru kamera, Luis, menangkap rekaman Deborah yang tiba-tiba berada di atas kompor tanpa ada jeda waktu transisi. Keanehan ini memicu kecurigaan bahwa apa yang diderita Deborah jauh lebih gelap daripada sekadar diagnosa medis.

Misteri Papan Saklar dan Kasus Pembunuhan Berantai

Eksplorasi tim dokumenter membawa mereka pada fakta-fakta mengerikan yang terkubur puluhan tahun. Deborah sering ditemukan berada di ruang papan saklar lamanya, berbicara dalam bahasa Prancis—bahasa yang tidak pernah ia kuasai sebelumnya.

Setelah rekaman suaranya diterjemahkan, terungkap bahwa Deborah membicarakan tentang ritual tumbal dan ular. Hal yang lebih mengejutkan adalah papan saklar tersebut sering berdering pada saluran 337.

Setelah ditelusuri, saluran itu dulunya milik Henry Desjardins, seorang dokter anak yang menghilang setelah ketahuan melakukan pembunuhan dan ritual kanibal terhadap empat anak perempuan. Proyek dokumenter medis ini pun berubah menjadi investigasi kasus kriminal yang berkaitan dengan tradisi kuno lokal.

Mengapa Film Ini Wajib Ditonton?

The Taking of Deborah Logan bukan sekadar film horor jump scare biasa. Film ini berhasil memadukan:

  1. Isu Demensia: Memberikan empati pada perjuangan keluarga merawat penderita penyakit berat.

  2. Gaya Found Footage: Teknik kamera dokumenter membuat teror terasa lebih nyata dan intim.

  3. Kualitas Akting: Penampilan Jill Larson sebagai Deborah Logan sangat ikonik dan mampu membuat bulu kuduk berdiri.

Rating Film: Berdasarkan data terbaru, film ini mendapatkan skor 6.0/10 di IMDb dan mencapai angka yang fantastis yakni 92% Tomatometer di Rotten Tomatoes, membuktikan bahwa kritikus film sangat mengapresiasi orisinalitas ceritanya. (*/tur)

KADIN KALTENG
https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button