Ritual Adat dan Orasi Menggema di Depan Kantor Gubernur Kalteng, Aliansi Dayak Bersatu Tolak Transmigrasi

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Suasana halaman Kantor Gubernur Kalimantan Tengah di Jalan G. Obos mendadak semarak dengan dentuman alat musik tradisional dan pekikan semangat dari ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Dayak Bersatu (ADB), Senin pagi (4/8/2025) sekitar pukul 08.30 WIB.
Mereka berkumpul untuk menyuarakan penolakan terhadap program transmigrasi yang dinilai mengancam eksistensi masyarakat adat di wilayah Kalimantan.
Dipimpin oleh Koordinator Lapangan Thoeseng T.T. Asang, massa aksi berjumlah sekitar 200 orang itu mengenakan atribut khas adat Dayak.
Mereka membawa spanduk, bendera ormas, dan perlengkapan budaya seperti mandau serta alat musik tradisional.
Aksi dimulai dengan prosesi adat: pengibaran Sang Merah Putih, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, dan ritual penghormatan terhadap leluhur tanah Borneo.
Orasi-orasi berapi-api kemudian disampaikan oleh para tokoh adat dan pimpinan ADB, di antaranya Megawati (Ketua ADB), Tampung M. Saman, Ir. Cornelis, dan M. Sopian.
“Kami secara tegas menolak keberlanjutan program transmigrasi yang dianggap mengesampingkan hak dan keberlangsungan hidup masyarakat lokal,” kata Thoeseng T.T. Asang
Transmigrasi bukan solusi untuk pembangunan Kalimantan, melainkan ancaman terhadap budaya dan tanah leluhur. Tak hanya menolak transmigrasi, massa juga menyuarakan berbagai tuntutan lainnya.
Penghentian eksploitasi sumber daya alam yang tak berpihak pada kesejahteraan masyarakat adat. Pembatalan eksekusi rumah dan lahan milik warga bernama Rina Mariana.
“Penolakan terhadap putusan pengadilan yang dianggap tidak adil dan terkait dengan dugaan sertifikat hak milik (SHM) bermasalah. Penolakan terhadap intoleransi beragama serta pemberlakuan SKB dua menteri tahun 2006,” tegasnya.
Sebagai bentuk keterbukaan, perwakilan massa diterima untuk berdialog oleh pejabat Pemerintah Provinsi Kalteng.
Hadir dalam audiensi tersebut antara lain Asisten I Setda Kalteng Herson B. Aden, Kepala Biro Hukum Maskur, Kepala Kesbangpol Katma F. Dirun, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja Farid Wajdi.
Di sisi lain, aparat kepolisian dari Polresta Palangka Raya dibantu personel Brimob dan Ditsamapta Polda Kalteng dikerahkan untuk mengamankan jalannya aksi.
Kabagops Polresta Kompol Permadi mengatakan, kehadiran pihaknya disini tentunya untuk memastik keamanan dari jalannya peserta aksi dalam melakukan orasi dan tetap menjaga kondusivitas serta tidak terprovokasi.
“Seluruh proses pengamanan kami lakukan dengan pendekatan persuasif dan humanis,” jelasnya. (oiq)
EDITOR: TOPAN




