Sejak Awal Ramadan, 15 Motor Terjaring Razia Balap Liar di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Aksi balap liar yang kerap muncul selama bulan Ramadan kembali menjadi perhatian aparat kepolisian. Sejak awal Ramadan hingga saat ini, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Palangka Raya telah mengamankan sedikitnya 15 unit sepeda motor dari berbagai lokasi penertiban.
Penindakan dilakukan sebagai respons atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas balap liar, terutama pada malam hingga menjelang sahur. Selain mengganggu ketertiban umum, aksi tersebut juga berisiko tinggi menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Kanit Turjawali Satlantas Polresta Palangka Raya, Ipda Dedi Hendra Kurniawan mengatakan, jumlah kendaraan yang diamankan merupakan hasil penertiban rutin sejak awal Ramadan. Pihaknya juga terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan.
“Sejak awal Ramadan sampai hari ini, kurang lebih sudah 15 motor yang kami amankan dari kegiatan balap liar,” ungkapnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Satlantas tidak hanya fokus pada penindakan. Upaya pencegahan dinilai lebih efektif untuk menekan maraknya balap liar, terutama yang melibatkan kalangan remaja.
“Dari Satlantas, kami lebih mengedepankan langkah pencegahan. Salah satunya dengan mengintensifkan patroli di jam-jam rawan,” jelas Ipda Dedi.
Ia menyebutkan, sebagian besar pelaku yang terjaring razia merupakan pelajar yang masih di bawah umur. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena menyangkut keselamatan generasi muda.
“Kebanyakan yang kami temukan adalah pelajar di bawah umur. Kami berharap ada peran aktif dari orang tua untuk mengawasi anak-anaknya, khususnya pada malam hari,” tegasnya.
Ke depan, Satlantas Polresta Palangka Raya akan semakin meningkatkan kegiatan patroli di sejumlah ruas jalan yang diduga kerap dijadikan arena balap liar. Ia mengimbau masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban selama Ramadan agar situasi tetap aman dan kondusif.
“Titik yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Garuda, Jalan Ahmad Yani, Jalan Diponegoro, Jalan Adonis, Jalan Ir Soekarno, Jalan G Obos ujung, Jalan Yos Sudarso ujung, serta Jalan Hiu Putih ujung,” pungkasnya. (oiq)




