
”Sekolah sejatinya juga mempunyai potensi dalam membangun sikap dan karakter peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan untuk menyemai nilai-nilai luhur bangsa Indonesia,” pungkas Mantan Kapolri tersebut.
Sementara itu, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan polemik seragam sekolah di Padang adalah fenomena gunung es. Dia meyakini kondisi serupa juga terjadi di daerah-daerah lainnya. Dia menegaskan bahwa agama itu mengajarkan kedamaian, saling menghormati, dan menghargai.
Dia menjelaskan SKB tersebut diterbikan agar semua pihak mendorong titik persamaan diantara perbedaan yang dimiliki. ’’Tentunya dengan cara bukan dengan memaksakan supaya sama,’’ katanya.
Selain itu Yaqut menyampaikan bahsa masing-masing umat beragama harus memahami ajaran agamanya secara substantif. Bukan seskadar simbolik. Menurut dia memaksakan keyakinan keberagamaan kepada orang yang berbeda agama itu adalah cermin pemahaman keagamaan yang simbolik. Dia mengatakan Kemenag akan terus mendorong supaya umat beragama di Indonesia memahami ajaran agamanya secara substantif dan moderat.



