BeritaNASIONALPENDIDIKAN

Sekolah Rakyat Era Prabowo: Gebrakan Atasi Kemiskinan Lewat Pendidikan, 200 Daerah Siap Bergabung!

Rekrutmen Siswa: Prioritaskan Anak dari Keluarga Miskin Ekstrem

Proses rekrutmen peserta didik akan dilakukan melalui integrasi data pokok pendidikan (dapodik) dengan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Prioritas utama adalah anak-anak dari keluarga desil 1 dan desil 2 yang belum terdata di dapodik atau merupakan anak putus sekolah. Sekolah Rakyat tidak akan mengambil siswa dari sekolah yang sudah ada.

Dukungan Penuh Kementerian PUPR untuk Infrastruktur Sekolah Rakyat

Dukungan terhadap program Sekolah Rakyat juga datang dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Menteri PUPR Dody Hanggodo telah bertemu dengan Menteri Sosial untuk menyatakan komitmen penuh dalam mendukung pembangunan infrastruktur Sekolah Rakyat.

Menteri Dody Hanggodo menjelaskan bahwa dukungan ini merupakan implementasi langsung dari visi Presiden Prabowo dalam Asta Cita, yang menempatkan sektor pendidikan sebagai pilar utama menuju Indonesia Emas 2045.

“Kementerian PU berkomitmen penuh dalam mendukung pengembangan infrastruktur pendidikan khususnya melalui program Sekolah Rakyat ini. Kami memastikan infrastruktur dasar, seperti gedung sekolah, asrama, sanitasi, dan fasilitas pendukung pembelajaran lainnya akan tersedia secara memadai. Ini penting agar anak-anak Indonesia, khususnya dari kalangan miskin ekstrem, memiliki akses terhadap pendidikan berkualitas,” tegas Menteri Dody.

Menteri Dody juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi antar kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah untuk memastikan kesuksesan program Sekolah Rakyat sesuai target Presiden Prabowo.

“Kami mengajak seluruh pihak, baik kementerian dan lembaga terkait maupun pemerintah daerah untuk sama-sama berkomitmen memastikan program ini berjalan sesuai target Presiden. Infrastruktur yang baik akan memberikan landasan kuat bagi generasi muda dalam menggapai masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.

Program Sekolah Rakyat yang diinisiasi oleh pemerintahan Prabowo Subianto menunjukkan langkah konkret dan terstruktur dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem melalui jalur pendidikan.

Dengan keterlibatan aktif ratusan kepala daerah dan sinergi lintas kementerian, program ini diharapkan dapat memberikan akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu di seluruh Indonesia, membuka jalan menuju masa depan yang lebih cerah dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. (*/tur)

Laman sebelumnya 1 2

Related Articles

Back to top button