
Alasannya karena masalah ekonomi hingga nekat melakukan perbuatan terlarang tersebut. “Kegiatan razia pekat seperti ini, kita tingkatkan intensitasnya dari hari biasa. Tidak lain untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah,” tegasnya.
“Kami akan terus melakukan kegiatan yang sama selama bulan suci Ramadan. Namun yang pasti, waktu dan harinya tidak menentu, karena akan di lakukan secara mendadak,” tandasnya.
Sebelumnya, Bupati Kotim, Halikinnor telah menginstruksikan kepada Satpol PP untuk melaksanakan razia pekat. Razia ini di lakukan sebagai langkah dan upaya pihaknya mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak di inginkan selama bulan suci Ramadan.
Selain itu juga mengantisipasi adanya tindakan dari sejumlah masyarakat yang melakukan tindakan di larang oleh norma agama, seperti pergaulan bebas dan hubungan terlarang tanpa status pernikahan. (sli/ans)




