Sepanjang 2025, Damkar Palangka Raya Tangani Puluhan Kejadian dan Perkuat Respons Cepat di Bawah 15 Menit
PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Sepanjang tahun 2025, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Palangka Raya mencatat puluhan kejadian kebakaran dan penyelamatan non-kebakaran di wilayah kota.
Dengan target waktu tanggap di bawah 15 menit, Damkar Palangka Raya terus memperkuat strategi pencegahan, peningkatan kapasitas personel, serta edukasi publik guna menekan risiko dan dampak kebakaran di tengah masyarakat.
Tidak hanya berfokus pada pemadaman api, Damkar juga aktif menjalankan berbagai program pendukung keselamatan, mulai dari penanganan karhutla, penyelamatan darurat, hingga edukasi kebakaran sejak usia dini.
Pencegahan dan Respons Cepat Jadi Prioritas Utama
Program kerja Damkar Palangka Raya sepanjang 2025 di arahkan pada pencegahan kebakaran di kawasan permukiman, bangunan publik, serta objek vital kota. Salah satu indikator kinerja utama yang terus di jaga adalah kecepatan respons terhadap laporan masyarakat, sehingga api tidak meluas dan korban jiwa maupun kerugian materi dapat di minimalkan.
Plt. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya, Dr. Urianinu Napulangit, ST., MT., menegaskan bahwa kesiapsiagaan personel dan peralatan menjadi kunci utama pelayanan.
“Kami berupaya menjaga waktu tanggap tetap optimal. Setiap laporan masyarakat harus segera di tindaklanjuti dengan cepat, tepat, dan profesional, karena keselamatan warga adalah prioritas,” ujarnya.
Peningkatan SDM Lewat Lomba Ketangkasan
Sebagai bagian dari peningkatan kualitas sumber daya manusia, Damkar Palangka Raya menggelar lomba ketangkasan pemadam kebakaran beregu yang melibatkan petugas Damkar dan relawan pemadam kebakaran kota. Kegiatan ini menjadi sarana pelatihan lapangan untuk menguji kecepatan, ketepatan, dan koordinasi tim dalam simulasi penanganan kebakaran.
Menurut Urianinu, kegiatan tersebut berdampak langsung pada kesiapan petugas saat menghadapi kondisi darurat nyata.
“Lomba ketangkasan ini bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi bagian dari pembinaan agar kemampuan personel dan relawan tetap terjaga dan terstandar,” jelasnya.
Turut Tangani Karhutla di Musim Kemarau
Pada musim kemarau 2025, Damkar Kota Palangka Raya juga terlibat aktif dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah titik rawan. Tim di terjunkan untuk membantu pemadaman lahan terbakar yang berpotensi meluas dan mengancam permukiman warga.
Keterlibatan ini mempertegas peran Damkar sebagai bagian dari sistem mitigasi kebakaran terpadu bersama instansi terkait di tingkat kota.
Edukasi Kebakaran Menyasar Anak dan Masyarakat
Upaya pencegahan juga di lakukan melalui edukasi kebakaran kepada masyarakat, termasuk anak-anak usia dini. Melalui kegiatan kelas inspirasi, petugas Damkar memperkenalkan profesi pemadam kebakaran serta memberikan pemahaman dasar tentang bahaya api dan langkah penyelamatan diri.
Program ini di nilai efektif dalam menumbuhkan kesadaran keselamatan sejak dini dan mengurangi potensi kebakaran akibat kelalaian.
Penyelamatan Non-Kebakaran Dominasi Laporan Warga
Selain kebakaran, Damkar Palangka Raya sepanjang 2025 juga banyak menangani penyelamatan non-kebakaran, seperti evakuasi darurat, kecelakaan rumah tangga, hingga penanganan satwa berbahaya di lingkungan permukiman.
Respons cepat terhadap berbagai laporan tersebut semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Damkar sebagai layanan darurat yang siap siaga 24 jam.
Korsleting Listrik Masih Jadi Penyebab Utama Kebakaran
Berdasarkan evaluasi lapangan, korsleting listrik masih mendominasi penyebab kebakaran di Kota Palangka Raya sepanjang 2025. Karena itu, Damkar terus mengimbau masyarakat untuk memastikan instalasi listrik rumah tangga sesuai standar dan tidak mengabaikan potensi bahaya kebakaran.
Komitmen Berkelanjutan Jaga Keselamatan Kota
Dengan berbagai program dan capaian tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pencegahan kebakaran.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat edukasi, kesiapsiagaan personel, serta pelayanan kepada masyarakat agar Kota Palangka Raya semakin aman dari risiko kebakaran,” pungkas Dr. Urianinu Napulangit. (pra)
EDITOR: EKO




