DiBalik Sinetron yang Mengguncang Pasutri Indonesia

Serial Layangan Putus
Mommy ASF, Penulis Kisah Layangan Putus

KALTENG.CO – Serial Layangan Putus benar-benar mampu mengguncang pasangan suami istri (Pasutri) di seantero Nusantara. Di balik sinetron ini ternyata banyak sekali terungkap masalah dalam sebuah rumah tangga.
Layangan putus ini diadaptasi dari kisah nyata curahan hati Mommy ASF di Facebook pada 2019 yang kemudian dijadikan novel oleh penulis aslinya, Eka Nur Prasetya. Oka Aurora membagikan ceritanya dan menuliskannya menjadi skenario.

Butuh waktu berapa lama untuk meminta penulis asli setuju karyanya diadaptasi ke serial ini?
Jadi, peminangnya adalah Mas Deddy dari tim MD Entertainment karena ceritanya itu relate banget dengan kehidupan sehari-hari dan sesuai dengan selera pasar. Setahu saya, dibutuhkan waktu 6 bulan untuk bikin si penulis setuju. Karena memang sejak awal, penulisnya nggak mau. Mungkin demi menjaga perasaan beberapa orang.

Gimana Proses Pengembangan Cerita?

Yang jelas, novelnya harus dibaca, dimengerti apa pesan-pesan intinya. Pastinya, ada proses modifikasi. Ada penambahan karakter, adegan, dan lainnya untuk membuat penonton terikat secara emosi. Tapi, khusus adegan-adegan besar seperti berangkat ke Turki tanpa Kinan tahu, itu kami tetap pakai. Dan, memang adegan itu harus dipertahankan.

Sharing soal pengembangan cerita dan karakter dengan Eka?
Nggak. Waktu itu saya lebih banyak komunikasi dengan tim kreatif MD.

Ada patokan dalam penciptaan karakter?
Saya dipandu Pak Manoj Punjabi (produser). Pak Manoj nggak mau Kinan lemah. Teman-temannya pun di buat pintar. Jadi, Kinan di buat cerdas dan kuat sebagai bukti bahwa perempuan bisa berdaya, jangan mau di tindas siapa pun.

Sementara itu, karakter Aris sebejat ini, ide besarnya dari Pak Manoj juga sih. Beliau bilang, pokoknya sampai titik darah penghabisan dia (Aris, Red) nggak mau ngaku, dia memang jatuh cinta, dan nggak ngerasa salah. Kalau aku pribadi, merasa Aris bakal mengakui kesalahannya suatu saat. Tapi, Pak Manoj jawab nggak boleh. Aris tuh harus sebejat itu sampai akhir.

Baca Juga:  Pengurus PMI Murung Raya Dilantik, Kontribusi Kemanusiaan Dinanti

Apa tantangan ketika menulis naskah dan mengembangkan cerita?
Hhmm… Harus bikin konflik besar di setiap episode ya. Ada beberapa episode yang aku kedodoran nulisnya. Sebab, ini di buat genre thriller, jadi setiap episodenya aku harus bikin hati orang-orang itu berdebar. Sebetulnya, ini pun pengalaman pertamaku nulis genre thriller walaupun temanya perselingkuhan.

Apa yang membedakan dengan cerita perselingkuhan lainnya?
Menurutku, karena ini di angkat dari kisah nyata, orang-orang nggak menganggap ini hanya bualan. Ceritanya ada, korbannya pun betul ada. Jadi, itu yang bikin ceritanya di nanti-nanti.

Berapa Lama Naskah Di rampungkan?

Sebetulnya agak lama, hehe, karena udah mau mulai syuting, saya belum kelar. Bahkan, sampai udah syuting pas episode 9–10 kalau nggak salah ya, itu juga belum kelar.

Adakah pihak lain yang di libatkan dalam proses penulis naskah?
Prosesnya memang melibatkan banyak pihak. Kang Benny itu ngebedah naskah, ngasih masukan, ngecek cerita yang bolong-bolong. Ada tim dari MD juga yang ngebantu. Dan yang sangat saya apresiasi, Pak Manoj pun ikut membedah naskah.

Semua adegan dan di alog di baca beliau dan di kritisi, lalu di perbaiki. Banyak adegan yang sebetulnya ide dari Pak Manoj karena beliau ngerti betul selera penonton. Jadi, skenario Layangan Putus ini di sempurnakan banyak pihak.(tur)