BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Sering Bilang “OTW” Padahal Baru Siap-Siap? Ini Dia Kepribadian di Baliknya!

KALTENG.CO-Pernahkah kamu dibuat menunggu teman yang bilang “OTW” atau “Aku udah di jalan,” tapi ternyata dia masih berkutat dengan handuk atau bahkan belum mandi? Fenomena ini tentu sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Meskipun terkadang menjengkelkan, kebiasaan unik ini ternyata menyimpan beberapa aspek menarik tentang kepribadian seseorang.

Banyak yang menganggapnya sebagai kebohongan kecil atau sekadar cara untuk menunda-nunda. Namun, benarkah demikian? Atau adakah faktor kepribadian yang lebih dalam yang mendorong seseorang untuk melakukan hal ini? Mari kita telaah lebih lanjut beberapa kepribadian yang mungkin melekat pada orang yang sering “OTW” padahal baru bersiap-siap.

1. Optimisme yang Melebihi Realitas

Salah satu kepribadian yang mungkin mendasari kebiasaan ini adalah optimisme yang berlebihan. Orang dengan tipe ini cenderung memiliki pandangan positif terhadap waktu dan kemampuan diri. Mereka mungkin meremehkan waktu yang sebenarnya dibutuhkan untuk bersiap-siap dan mencapai lokasi tujuan. Dalam benak mereka, proses persiapan akan berjalan lebih cepat dari kenyataannya, sehingga mereka merasa “sudah di jalan” secara mental, meskipun secara fisik masih di rumah.

2. Manajemen Waktu yang Kurang Efektif

Kebiasaan “OTW” palsu juga bisa menjadi indikasi manajemen waktu yang kurang efektif. Mereka mungkin memiliki kesulitan dalam memperkirakan durasi setiap tahap persiapan, mulai dari mandi, berpakaian, hingga perjalanan. Akibatnya, mereka memberikan perkiraan waktu kedatangan yang tidak realistis, yang kemudian diungkapkan dengan kalimat “sudah di jalan.”

3. Keinginan untuk Menyenangkan Orang Lain (People-Pleaser)

Beberapa orang mungkin mengatakan “sudah di jalan” sebagai upaya untuk menyenangkan orang lain atau menghindari kekecewaan. Mereka mungkin merasa bersalah karena terlambat dan berusaha meredakan potensi kemarahan atau ketidaknyamanan orang yang menunggu dengan memberikan harapan palsu bahwa mereka akan segera tiba. Ini bisa menjadi manifestasi dari kepribadian people-pleaser yang ingin selalu menjaga hubungan baik dan menghindari konflik.

4. Kecenderungan Menunda-nunda (Procrastination)

Tak jarang, kebiasaan ini juga berkaitan erat dengan kecenderungan menunda-nunda (procrastination). Mereka mungkin sadar bahwa waktu keberangkatan semakin dekat, namun tetap menunda-nunda proses persiapan. Ketika ditanya, respons “sudah di jalan” menjadi cara untuk membeli lebih banyak waktu tanpa harus mengakui bahwa mereka belum benar-benar memulai persiapan.

5. Persepsi Waktu yang Berbeda

Setiap orang memiliki persepsi waktu yang berbeda. Bagi sebagian orang, konsep “sudah di jalan” mungkin memiliki makna yang lebih fleksibel. Mereka mungkin menganggap bahwa proses mental untuk bersiap-siap sudah termasuk dalam kategori “di jalan” secara konseptual, meskipun secara fisik mereka belum bergerak dari rumah. Perbedaan persepsi ini bisa menjadi sumber kesalahpahaman dalam komunikasi.

6. Kepribadian yang Santai dan Tidak Terlalu Terikat Waktu

Orang dengan kepribadian yang lebih santai dan tidak terlalu terikat waktu mungkin juga memiliki kebiasaan ini. Mereka mungkin tidak terlalu khawatir dengan keterlambatan beberapa menit dan cenderung memberikan perkiraan waktu yang lebih optimis tanpa mempertimbangkan detail-detail persiapan yang mungkin memakan waktu lebih lama.

Meskipun kebiasaan “OTW” palsu terkadang menjengkelkan, penting untuk diingat bahwa di baliknya mungkin terdapat berbagai faktor kepribadian yang kompleks. Alih-alih langsung menghakimi, mencoba untuk memahami perspektif orang tersebut dan mengkomunikasikan ekspektasi waktu secara lebih jelas mungkin bisa menjadi solusi yang lebih baik.

Mungkin dengan sedikit pengertian dan komunikasi yang efektif, kita bisa mengurangi frekuensi “OTW” palsu dan membangun hubungan yang lebih transparan dan tepat waktu. (*/tur)

Related Articles

Back to top button