BeritaFAMILYKESEHATANMETROPOLIS

Sering Terbangun Basah Kuyup? Kenali Penyebab Keringat Malam dan Kapan Harus Waspada

KALTENG.CO-Pernahkah Anda terbangun di tengah malam dengan pakaian dan seprai yang basah kuyup, padahal suhu ruangan sudah cukup sejuk? Kondisi ini dikenal dengan istilah keringat malam (night sweats).

Berbeda dengan keringat biasa akibat cuaca panas atau setelah berolahraga, keringat malam sering kali muncul secara berlebihan hingga mengganggu siklus tidur.

Akibatnya, Anda akan merasa kelelahan, lemas, dan kurang fokus keesokan harinya. Keringat malam merupakan sinyal bahwa sistem pengaturan suhu tubuh Anda sedang mengalami gangguan atau “kekacauan.”

Mengapa Keringat Malam Terjadi?

Secara biologis, tubuh berkeringat untuk mendinginkan suhu inti. Namun, pada kasus keringat malam, mekanisme ini terpicu oleh faktor internal, bukan suhu lingkungan. Memahami penyebabnya adalah langkah awal yang krusial sebelum menentukan penanganan medis yang tepat.

Dilansir dari NDTV, berikut adalah beberapa kondisi kesehatan yang sering kali menjadi pemicu munculnya keringat di malam hari:

1. Perubahan Hormonal (Menopause)

Salah satu penyebab paling umum dari keringat malam pada wanita adalah masa perimenopause dan menopause. Penurunan kadar estrogen menyebabkan “salah sinyal” pada hipotalamus (bagian otak yang mengatur suhu tubuh). Akibatnya, tubuh merasa kepanasan secara tiba-tiba (hot flashes) dan meresponsnya dengan mengeluarkan keringat berlebih untuk mendinginkan diri.

2. Gangguan Kecemasan (Anxiety)

Kesehatan mental sangat berpengaruh pada fisik. Saat seseorang mengalami kecemasan atau stres berat, sistem saraf simpatik menjadi terlalu aktif. Hal ini memicu respon fight-or-flight yang meningkatkan detak jantung dan produksi keringat, bahkan saat Anda sedang berusaha untuk tidur.

3. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat memengaruhi bagian otak yang mengontrol suhu tubuh atau kelenjar keringat. Jenis obat yang sering dikaitkan dengan keringat malam meliputi:

  • Antidepresan: Hampir semua jenis antidepresan dapat menyebabkan efek samping ini.

  • Obat Pereda Demam: Seperti aspirin atau asetaminofen yang terkadang justru memicu keringat saat bekerja menurunkan suhu tubuh.

  • Terapi Hormon.

4. Infeksi Tersembunyi

Jika keringat malam disertai dengan demam ringan atau penurunan berat badan, ini bisa menjadi indikasi adanya infeksi dalam tubuh. Salah satu infeksi paling klasik yang menyebabkan gejala ini adalah Tuberkulosis (TBC). Selain itu, infeksi bakteri seperti endokarditis (peradangan katup jantung) atau osteomielitis (infeksi tulang) juga menunjukkan gejala serupa.

5. Gangguan Tiroid (Hipertiroidisme)

Kelenjar tiroid yang terlalu aktif menghasilkan hormon tiroksin secara berlebihan. Hal ini mempercepat metabolisme tubuh secara drastis, meningkatkan suhu tubuh, dan membuat seseorang lebih sensitif terhadap panas serta mudah berkeringat, termasuk di malam hari.

6. Hipoglikemia (Gula Darah Rendah)

Bagi penderita diabetes yang menggunakan insulin atau obat antidiabetes oral, penurunan kadar gula darah secara drastis di malam hari (nocturnal hypoglycemia) sering kali ditandai dengan keringat dingin yang hebat.

Tips Mengurangi Ketidaknyamanan Keringat Malam

Sambil mencari tahu penyebab medisnya, Anda bisa melakukan langkah-langkah sederhana untuk meningkatkan kualitas tidur:

  • Gunakan bahan alami: Pilih seprai dan piyama berbahan katun yang menyerap keringat dan memungkinkan kulit bernapas.

  • Sirkulasi udara: Pastikan ventilasi kamar baik atau gunakan kipas angin/AC dengan suhu yang konsisten.

  • Hindari pemicu: Kurangi konsumsi kafein, alkohol, dan makanan pedas di malam hari, karena dapat memicu kenaikan suhu tubuh.

Kapan Harus Menghubungi Dokter?

Meskipun tidak selalu berbahaya, Anda disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga medis jika keringat malam terjadi secara rutin, disertai dengan demam yang tidak kunjung turun, penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas, atau batuk berkepanjangan.

Mengetahui penyebab dasarnya akan membantu Anda mendapatkan penanganan yang tepat sehingga Anda bisa kembali menikmati tidur nyenyak tanpa gangguan. (*/tur)

Related Articles

Back to top button