BeritaHOBINASIONAL

Setelah 16 Tahun, Rafflesia Arnoldii Mekar di Luar Habitatnya, Mau Lihat? Yuk ke KRB

KALTENG.CO-Sejarah baru tercatat di Kabun Raya Bogor (KRB). Bunga Rafflesia Arnoldii R.Br yang telah dinanti-nantikan belasan tahun, akhirnya mekar juga, Rabu (14/9/2022).

Mekarnya bunga Rafflesia Arnoldii R.Br ini merupakan sejarah baru, bunga asli Sumatera ini mampu tumbuh hingga berbunga mekar di luar habitat aslinya.

Bunga Rafflesia Arnoldii R.Br atau yang lebih dikenal dengan sebutan padma raksasa secara perdana mekar di area tumbuhan pemanjat (climber) Kebun Raya Bogor (KRB).

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Bunga tersebut baru pertama kali di luar habitat aslinya di hutan Sumatera.

Bunga tersebut juga disebut-sebut baru pertama kali di luar habitat aslinya di hutan Sumatera, setelah penantian 16 tahun lamanya.

Peneliti Rafflesia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Sofi Mursidawati mengatakan, Raflesia Arnoldi mekar di KRB, pada Rabu, (14/9/2022) pagi dan diketahui pada pukul 09.00 WIB baru mekar satu kelopak dengan diameter 60 sentimeter.

“Mekarnya belum sempurna masih 70 persen. Kemungkinan usianya sekitar 3 atau 4 hari,” kata Sofi saat ditemui di KRB, Rabu (14/9/2022).

Menurutnya, Rafflesia Arnoldi merupakan Puspa Langka Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 4 Tahun 1993.

Selain ditetapkan sebagai Puspa Langka Nasional, bunga raksasa kharismatik asal Bengkulu ini masuk dalam daftar tumbuhan dilindungi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1999 dan IUCN Red list dengan status konservasi terancam punah.

Kemudian, dilanjutkan Sofi Rafflesia Arnoldi pertama kali ditemukan pada tahun 1818 di hutan Sumatra oleh seorang pemandu yang bekerja pada Dr Joseph Arnold yang sedang mengikuti ekspedisi Thomas Stanford Raffles.

Sehingga tumbuhan ini diberi nama sesuai sejarah penemunya yakni penggabungan antara Raffles dan Arnold. Selain itu, bubga tersebut memiliki 33 spesies Rafflesia di dunia dan 14 jenis diantaranya tumbuh di Indonesia dimana 11 jenis merupakan endemik Sumatera.

Upaya konservasi Rafflesia Arnoldi di luar habitatnya (secara ex situ) sejak tahun 1818 belum membuahkan hasil.

Pada tahun 2006 peneliti Rafflesia KRB melakukan upaya menumbuhkan biji Rafflesia Arnoldii asal Bengkulu di vak. XVII yaitu koleksi jenis-jenis tumbuhan pemanjat (climber) termasuk di dalamnya terdapat 7 spesies tetrastigma, yang merupakan inang Rafflesia.

“Botanis Belanda yang pernah berdiam (bentuk biji) di Bogor tahun 1850-an. Pada 2006 KRB mulai mengkawinkan dengan indukan di area tumbuhan pemanjat,” ucap Sofi.

Usaha yang dilakukannya itu akhirnya membuahkan hasil, setelah 16 tahun sejak upaya menumbuhkan, pada awal September 2022 muncul beberapa knop bakal bunga yang salah satunya mekar pada 12 September 2022.

Sofi yang juga Periset dan Kurator Koleksi Rafflesia di KRB, menyatakan bahwa jenis Rafflesia yang mekar merupakan Rafflesia Arnoldii dan baru pertama kali mekar sebagai hasil budidaya di Kebun Raya Bogor.

“Meskipun diameternya tidak lebih 60 cm, namun jenis ini sudah dapat dipastikan adalah Rafflesia Arnoldii, ” ujar Sofi.

“Rafflesia arnoldii R. Br tumbuh di Tetrastigma lanceolarium (Roxb.) Planch sebagai inangnya yang ditanam pada 22 Januari 1953 sebagai hasil pertukaran tanaman (seed exchange) dari Florida pada tahun 1952,” sambungnya.

Sebelumnya KRB telah berhasil menumbuhkan Rafflesia Patma untuk pertama kalinya pada tahun 2010, dan sampai saat ini telah mekar 16 kali (tahun 2019).(*/tur)

Related Articles

Back to top button