Siswa Kelas 4 SD di Sumsel Tega Bunuh Pelajar MTs dengan Gunting, Warganet Soroti Pengaruh Game!

KALTENG.CO-Sebuah peristiwa tragis menggemparkan Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTs) tewas setelah ditusuk oleh seorang siswa kelas 4 SD yang baru berusia 10 tahun.
Kejadian nahas ini terjadi di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, pada Jumat (8/8/2025) sekitar pukul 11.00 WIB.
Korban, yang diidentifikasi dengan inisial RI (15), adalah seorang pelajar kelas 2 MTs. Ia tewas setelah mengalami luka tusuk di bagian leher. Pelaku, seorang anak laki-laki berinisial GN (10), menggunakan gunting sebagai senjata.
Meskipun sempat dilarikan ke Puskesmas Pauh dan mendapat perawatan selama dua jam, nyawa korban tidak dapat diselamatkan.
Polisi Amankan Pelaku dan Lakukan Penyelidikan Mendalam
Kapolsek Rawas Ilir, Iptu Andri Firmansyah, membenarkan insiden ini. Pelaku yang masih di bawah umur tersebut telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Saat ini pelaku sudah dibawa ke Polres Muratara dan akan dilakukan penyelidikan lebih lanjut,” ujar Iptu Andri Firmansyah.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan investigasi mendalam untuk mengungkap motif di balik tindakan keji ini. Mengingat pelaku masih berusia anak-anak, penyelidikan akan dilakukan dengan hati-hati.
Reaksi Warganet: Soroti Kenakalan dan Pengaruh Konten Negatif
Video penangkapan pelaku beredar luas di media sosial, salah satunya diunggah oleh akun Instagram @anni.rusliani. Dalam video tersebut, terlihat seorang anak berbaju kotak-kotak dibawa oleh sejumlah orang. Keterangan video itu menyebut, “Dunia makin tua, anak kelas 4 SD membunuh temannya pakai gunting.”
Postingan tersebut memicu beragam respons dari warganet. Banyak yang menyayangkan dan meminta agar kasus seperti ini tidak dinormalisasi sebagai kenakalan anak-anak biasa. Salah satu komentar dari akun @feryal***** berbunyi, “Stop normalisasi “nama nya juga anak2″, klo udah bisa bunuh orang dia bukan anak2 lagi.”
Selain itu, tak sedikit warganet yang menduga bahwa tindakan brutal tersebut merupakan hasil dari pengaruh buruk, seperti game atau tontonan di YouTube yang tidak sesuai dengan usia pelaku.
Akun @evi_risky_****** berkomentar, “Terpengaruh game dan adegan di youtube yg tak sesuai umur.” Tragedi ini menjadi pengingat bagi para orang tua dan masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap tontonan dan aktivitas anak di dunia digital. (*/tur)




