Soal Dugaan Gratifikasi Ketua KPK, ICW Desak Polri Memprosesnya….

Dugaan Gratifikasi Ketua KPK
Ketua KPK, Firli Bahuri

JAKARTA,Kalteng.co – Pakar Hukum Pidana Universitas Trisakti Jakarta, Abdul Fickar Hadjar mengkritik sikap Polri yang enggan memproses aduan Indonesia Corruption Watch (ICW), atas dugaan gratifikasi yang di terima oleh Ketua KPK Firli Bahuri. Polri di anggap seharusnya tetap memproses aduan tersebut.

“Polisi tidak bisa menolak laporan dari masyarakat termasuk dari ICW. Karena salah satu tugas ke polisian adalah sebagai penegak hukum, penyidik, di samping penanggung jawab kamtibmas dan pelayanan masyarakat,” kata Fickar saat di hubungi, Rabu (9/6/2021).

Fickar menilai, Polri harus memproses laporan ICW tersebut. Apalagi yang di laporkan adalah ketua KPK. Jika tidak di proses, maka akan menimbulkan stigma negatif di mata publik.

Baca Juga:  Produk Dalam Negeri Dioptimalkan, Buka Kesempatan Berusaha dan Bekerja

“Bisa di pahami jika ada pendapat masyarakat yang menyatakan kepolisian diskriminatif, pilih bulu dan sebagainya, bahkan melanggar tugas dan fungsinya berdasarkan UU,” imbuhnya.

Di sisi lain, Fickar menduga jika tidak di prosesnya aduan ICW oleh Polri atas dasar latar belakang. Sebab, Firli sejauh ini masih berstatus sebagai anggota Polri aktif.

“Tidak salah jika di karenakan faktor Korps. Nggak mungkin lah jeruk makan jeruk,” tandasnya.

Sebelumnya, ICW mengadukan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri kepada Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri. Dia di duga telah menerima gratifikasi dalam kasus pemakaian helikopter beberapa bulan lalu.

Baca Juga:  Dua Atlet Dayung Putri Mura Terima Bonus dari Ketua Dewan

“Kami mendapatkan informasi bahwa harga sewa yang terkait dengan penyewaan helikopter itu tidak sesuai dengan apa yang di sampaikan oleh Firli ketika sidang etik dengan Dewas,” kata Divisi Investigasi ICW Wana Alamsyah di Bareskrim Polri, Kamis (3/6/2021).

ICW merasa belum puas dengan putusan Dewan Pengawas (Dewas) KPK terkait kasus pemakaian helikopter ini. Sehingga ICW melakukan penelitian selama kurang lebih 6 bulan.

ICW berusaha menghubungi 9 perusahaan penyedia jasa layanan helikopter dan menanyakan harga sewa untuk helikopter sekelas dengan yang di pakai Firli. Hasilnya, ada 1 perusahaan yang memberikan rincian detail untuk penyewaan. Hasilya ICW menilai banyak perbedaan dengan yang di jelaskan Firli.(tur)