Strategi Jualan Laris Manis: 10 Cara Pakai WhatsApp Business Selama Ramadhan

KALTENG.CO-Ramadhan di Indonesia bukan sekadar bulan penuh berkah secara spiritual, tetapi juga menjadi momentum emas bagi roda ekonomi. Bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), periode ini adalah puncak aktivitas belanja masyarakat.
Dari berburu takjil, memesan katering sahur, hingga belanja hampers Lebaran, pola konsumsi masyarakat mengalami pergeseran drastis.
Di tengah lonjakan permintaan ini, kecepatan dan kemudahan komunikasi menjadi kunci. Di sinilah WhatsApp Business hadir sebagai tulang punggung interaksi bisnis. Agar operasional tetap rapi dan omzet meningkat tanpa bikin pusing, berikut adalah 10 fitur andalan WhatsApp Business yang wajib Anda optimalkan.
1. Profil Bisnis Lengkap: Membangun Kepercayaan Sejak Detik Pertama
Di bulan yang serba sibuk, pelanggan tidak punya banyak waktu untuk bertanya hal-hal dasar. Pastikan Profil Bisnis Anda terisi lengkap: nama usaha, deskripsi singkat, kategori produk, hingga alamat map.
Tips Ramadhan: Perbarui Jam Operasional. Jika Anda tutup sementara saat waktu berbuka atau buka lebih lama untuk melayani pesanan sahur, informasikan di profil agar pelanggan tidak merasa digantung.
2. Fitur Pesan Otomatis: Tetap Responsif Meski Sedang Ibadah
Jangan biarkan pelanggan beralih ke kompetitor hanya karena chat tidak dibalas. Gunakan Salam Otomatis (Greeting Message) untuk menyapa pelanggan baru seketika. Untuk waktu istirahat, tarawih, atau sahur, aktifkan Pesan Tidak di Tempat (Away Message). Ini menjaga ekspektasi pelanggan bahwa pesan mereka telah diterima dan akan segera dibalas.
3. Label Chat: Manajemen Pesanan agar Tidak “Ambyar”
Ramadhan sering kali membawa ratusan chat dalam sehari. Agar tidak bingung mana yang sudah bayar dan mana yang baru bertanya, gunakan fitur Label. Anda bisa membuat kategori seperti:
Menunggu Pembayaran
Pesanan Hampers
Siap Dikirim
Pre-Order Lebaran
4. Balasan Cepat (Quick Replies): Hemat Waktu, Anti Pegal
Pertanyaan seperti “Harganya berapa?” atau “Ongkir ke Jakarta berapa?” pasti muncul berulang kali. Simpan jawaban template Anda di fitur Balasan Cepat. Cukup ketik simbol garis miring (/), maka jawaban lengkap akan muncul otomatis. Konsistensi informasi terjaga, waktu Anda pun lebih hemat.
5. Katalog Produk: Etalase Digital dalam Genggaman
Hadirkan pengalaman belanja layaknya di marketplace langsung di ruang chat. Melalui fitur Katalog, Anda bisa mengunggah foto menu buka puasa atau paket hampers lengkap dengan harga dan deskripsinya. Pelanggan bisa langsung memilih dan mengirimkan keranjang belanja kepada Anda tanpa perlu keluar dari aplikasi.
6. Status WhatsApp: Pancing Penjualan dengan Promo Kilat
Status WhatsApp adalah fitur yang paling sering diintip pengguna di Indonesia. Gunakan ini untuk strategi Flash Sale menjelang berbuka, testimoni pelanggan, atau sekadar update stok hampers yang menipis. Cara ini efektif menciptakan rasa urgensi (fear of missing out) bagi pelanggan.
7. Detail Rekening Tersimpan: Transaksi Jadi Sat-Set
Salah ketik nomor rekening bisa menghambat aliran uang masuk. Gunakan fitur Detail Rekening Tersimpan untuk membagikan nomor rekening atau instruksi pembayaran secara instan. Pelanggan tinggal salin-tempel, transaksi beres, dan pesanan bisa segera diproses.
8. Iklan Klik ke WhatsApp: Jangkau Pasar yang Lebih Luas
Ingin bisnis Anda ditemukan oleh orang yang belum menyimpan kontak Anda? Integrasikan iklan Facebook atau Instagram yang langsung mengarah ke chat WhatsApp. Strategi ini memangkas jalur birokrasi belanja; dari lihat iklan, langsung tanya, dan berakhir beli.
9. Meta Verified: Lencana Biru yang Menjual Keamanan
Maraknya penipuan saat musim Lebaran membuat pelanggan lebih waspada. Dengan Meta Verified, bisnis Anda akan memiliki lencana verifikasi. Ini adalah sinyal kuat bahwa bisnis Anda resmi dan tepercaya, sehingga pelanggan tidak ragu untuk melakukan transaksi dalam jumlah besar.
10. Siaran Bisnis (Broadcast List): Sapa Pelanggan Secara Personal
Ingin mempromosikan menu spesial Idulfitri? Gunakan fitur Siaran. Berbeda dengan grup, pesan siaran akan masuk ke chat pribadi masing-masing pelanggan. Ini memberikan kesan eksklusif dan personal, sangat cocok untuk merawat loyalitas pelanggan lama agar kembali berbelanja.
Ramadhan adalah ajang pembuktian bagi UMKM untuk naik kelas. Dengan memaksimalkan fitur-fitur di atas, Anda tidak hanya sekadar berjualan, tetapi juga memberikan layanan prima yang profesional dan efisien. Jangan biarkan momentum ini lewat begitu saja karena pengelolaan chat yang berantakan. (*/tur)



