BABINSABeritaNASIONALSport

Sudah 7 Kali! Rekam Jejak Sanksi PSSI dari AFC Kembali Bertambah di 2026

KALTENG.CO-Kabar kurang sedap kembali menerpa induk organisasi sepak bola Indonesia. Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) secara resmi menerima sanksi disiplin dari Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).

Hukuman ini merupakan buntut dari keteledoran administratif dalam persiapan laga uji coba internasional antara Timnas Indonesia U-22 melawan Mali U-22 yang berlangsung November 2025 lalu.

Berdasarkan rilis resmi hasil rapat Komite Disiplin dan Etik AFC pada Rabu (25/2/2026), PSSI dinyatakan terbukti melanggar aturan prosedur pertandingan lintas konfederasi.

1. Kronologi Pelanggaran: Masalah Batas Waktu

PSSI dinilai melanggar Pasal 11 Regulasi AFC yang mengatur prosedur pertandingan internasional level dua. Inti dari permasalahan ini adalah keterlambatan dalam pelaporan administrasi.

  • Jenis Pelanggaran: Keterlambatan pengajuan permohonan otorisasi (izin) pertandingan.

  • Konteks Laga: Pertandingan uji coba lintas konfederasi antara anggota AFC (Asia) dan CAF (Afrika).

  • Nomor Putusan: VVC 20260225DC09.

Dalam pernyataannya, AFC menegaskan bahwa PSSI selaku tergugat mengajukan dokumen otorisasi melewati tenggat waktu yang telah ditentukan oleh regulasi resmi Benua Kuning.

2. Detail Sanksi dan Denda

Akibat kelalaian tersebut, AFC menjatuhkan sanksi berupa denda finansial kepada PSSI. Berikut adalah rincian hukumannya:

Komponen SanksiDetail
Nilai DendaUSD 1.500 (Sekitar Rp 25 Juta)
Batas PelunasanMaksimal 30 hari sejak putusan diterbitkan
Dasar HukumPasal 11.15 Regulasi AFC & Pasal 11.3 Kode Disiplin
Status BandingTidak tersedia (Final)

Mengingat nominal denda yang relatif kecil, AFC tidak mencantumkan ketentuan banding. PSSI diwajibkan melunasi denda tersebut secara tunai demi mematuhi kode etik yang berlaku.

3. Catatan Buruk: Sanksi Ketujuh bagi PSSI

Hukuman ini menambah daftar panjang rapor merah administrasi federasi. Tercatat, ini merupakan kali ketujuh PSSI menerima sanksi dari AFC dalam kurun waktu terakhir. Hal ini menjadi alarm bagi manajemen internal PSSI untuk lebih teliti dalam mengelola birokrasi pertandingan internasional di masa depan.

4. Kilas Balik Laga Indonesia U-22 vs Mali U-22

Uji coba yang dipermasalahkan ini sebenarnya digelar di Stadion Pakansari, Cibinong, pada pertengahan November 2025. Laga tersebut merupakan bagian dari persiapan skuat besutan Indra Sjafri menuju ajang SEA Games 2025.

Hasil dari dua pertemuan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Laga Pertama (15 Nov 2025): Indonesia U-22 harus mengakui keunggulan Mali dengan skor telak 0-3.

  2. Laga Kedua (18 Nov 2025): Skuat Garuda Muda menunjukkan perlawanan dan berhasil menahan imbang Mali dengan skor 2-2.

Sanksi dari AFC ini menjadi pelajaran berharga bagi PSSI bahwa ketajaman di lapangan hijau harus dibarengi dengan ketertiban administratif di balik meja.

Kepatuhan terhadap regulasi internasional sangat krusial agar konsentrasi tim nasional dalam menghadapi turnamen besar tidak terganggu oleh masalah-masalah non-teknis. (*/tur)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button