
Jelang Pelantikan Sugianto-Edy, Kondisi Kalteng Aman dan Terkendali
Di jelaskan Fahrizal, sebelum masa berakhirnya jabatan Sugianto-Habib pada 25 Mei mendatang, akan ada peringatan hari jadi Provinsi Kalteng pada Senin (24/5).
Pada dasarnya peringatan hari jadi Kalteng jatuh pada tanggal 23 Mei. Namun karena bertepatan dengan hari Minggu maka peringatan kali ini di geser ke hari setelahnya.
“Hari jadi Kalteng kan jatuh pada hari Minggu, kami putuskan untuk geser ke hari Senin, apalagi saat ini merupakan masa akhir jabatan Wagub Kalteng Habib Ismail Bin Yahya, sehingga sekaligus di lakukan acara perpisahan,” bebernya.
Sementara itu, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalteng Agus Pramono mengatakan, pada akhir masa jabatan Sugianto-Habib dan menjelang pelantikan pasangan Sugianto-Edy, kondisi Kalteng aman dan terkendali.
“Memang keppres untuk pengangkatan gubernur dan wagub periode 2021-2024 sudah selesai di tandatangani, tapi jadwalnya masih belum ada kepastian, tunggu saja informasi dari pusat” ucapnya.
Pihaknya berharap proses pelantikan dilaksanakan pada waktu yang seharusnya, yakni 25 Mei. Tetapi presiden juga kemungkinan mempertimbangkan gubernur-gubernur di provinsi lain yang masa jabatanya berakhir pada bulan Juni.
Karena itu, apabila pelantikan lebih dari waktu yang seharusnya, maka jabatan gubernur akan di isi sementara oleh pelaksana harian (Plh) atau Pj gubernur.
“Apabila jarak waktu kekosongan jabatan dan pelantikan itu sebentar saja, maka bisa secara otomatis sekda menjabat Pj Gubernur hingga waktu pelantikan,” katanya.
“Kalau jarak tidak terlalu jauh dan sekda menjadi Pj gubernur, maka Biro Umum, Biro Hukum atau Biro Pemerintahan berkoordinasi dengan Kemendagri,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Sugianto Sabran-Edy Pratowo telah ditetapkan sebagai pemenang pilkada serentak tahun 2020 dan berhak memimpin Kalteng untuk periode 2021-2024.
Dalam pemilihan yang di gelar akhir tahun lalu itu, pasangan Sugianto-Edy meraup 536.128 suara atau 51,60 %, sementara pasangan Ben-Ujang mengoleksi 502.800 suara atau 48,40 %. Selisih perolehan suara kedua pasangan 3,2 %. (abw/ce/ala)




