BeritaRAMADAN

Suka Duka Menjadi Marbot Masjid Kubah Hijau Al-Abrar, Ustadz Lukmanul Hakim Ajak Jamaah Makmurkan Masjid

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Menjadi kaum atau marbot masjid bukanlah perkara yang mudah. Di balik peran yang sering terlihat sederhana, terdapat tanggung jawab besar untuk menjaga dan memakmurkan rumah Allah.

Hal inilah yang dirasakan para pengurus dan marbot di Masjid Kubah Hijau Al-Abrar, yang setiap hari mengabdikan diri demi memastikan masjid tetap bersih, nyaman, dan siap digunakan oleh jamaah untuk beribadah.

Tugas seorang marbot tidak hanya sekadar membersihkan masjid atau menyiapkan perlengkapan salat. Mereka juga memastikan berbagai kegiatan keagamaan berjalan dengan baik, mulai dari menyiapkan tempat ibadah sebelum azan berkumandang hingga membantu kelancaran kegiatan pengajian dan majelis ilmu yang rutin digelar di masjid.

Setiap hari, para marbot sudah berada di masjid sejak sebelum waktu salat tiba. Mereka membersihkan lantai, merapikan sajadah, memeriksa pengeras suara, hingga memastikan lingkungan masjid tetap rapi dan nyaman. Semua itu dilakukan dengan penuh keikhlasan sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT.

Meski demikian, perjalanan menjadi marbot masjid juga memiliki suka dan duka tersendiri. Terkadang jumlah jamaah yang datang tidak sebanyak yang diharapkan, atau fasilitas masjid memerlukan perawatan yang tidak sedikit. Namun bagi para marbot, hal tersebut tidak menyurutkan semangat untuk terus menjaga dan memakmurkan masjid.

Bagi mereka, melihat jamaah datang untuk menunaikan salat berjamaah merupakan kebahagiaan tersendiri. Saf-saf salat yang terisi, lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema, serta suasana ibadah yang khusyuk menjadi pengingat bahwa masjid adalah pusat kehidupan spiritual umat Islam.

Kepada Kalteng.co, Jumat (13/3/2026),Ustadz Lukmanul Hakim menyampaikan, bahwa memakmurkan masjid merupakan salah satu tanda kuatnya iman seorang muslim. Ia mengajak masyarakat untuk menjadikan masjid sebagai tempat utama dalam memperkuat hubungan dengan Allah SWT.

“Masjid adalah rumah Allah yang harus kita makmurkan bersama. Jangan sampai masjid hanya ramai pada waktu-waktu tertentu saja. Mari kita hidupkan masjid dengan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan menghadiri majelis ilmu. Dengan begitu, hati kita akan menjadi lebih tenang dan kehidupan kita akan dipenuhi keberkahan,” ujar Ustadz Lukmanul Hakim.

Ustadz Lukmanul Hakim.
Ustadz Lukmanul Hakim.FOTO:IST

Ia juga menambahkan, bahwa langkah kaki menuju masjid adalah amal yang sangat dicintai Allah SWT. Setiap langkah seorang muslim menuju masjid akan dicatat sebagai pahala, bahkan dapat menghapus dosa dan mengangkat derajat seseorang di sisi Allah.

Menurutnya, jika masyarakat semakin aktif datang ke masjid, maka masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah semata, tetapi juga menjadi pusat pembinaan akhlak, persatuan umat, serta tempat menumbuhkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat.

Para pengurus Masjid Kubah Hijau Al-Abrar pun berharap, masyarakat dapat terus meningkatkan kepedulian terhadap masjid dengan meramaikan salat berjamaah dan berbagai kegiatan keagamaan. Dengan kebersamaan antara pengurus dan jamaah, masjid diharapkan dapat terus hidup dan menjadi sumber keberkahan bagi lingkungan sekitar.

Dengan semangat pengabdian para marbot serta dukungan masyarakat, Masjid Kubah Hijau Al-Abrar diharapkan tidak hanya berdiri sebagai bangunan ibadah, tetapi juga menjadi pusat pencerahan spiritual yang menuntun umat menuju kehidupan yang lebih baik, penuh keimanan, serta diliputi rahmat dan keberkahan Allah SWT. (pra)

https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co https://kalteng.co

Related Articles

Back to top button