BeritaUtama

Tahun Depan, Proyek RS Tipe A Mulai Lelang

PALANGKA RAYA-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng dalam hal ini Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran yang diwakili oleh Sekda Kalteng Fahrizal Fitri menghadiri Rapat Paripurna ke 11 Penutupan Masa Persidangan Tiga Tahun Sidang 2020, sekaligus Rapat ke Satu Pembukaan Masa Persidangan Satu Tahun Sidang 2021.

Gubernur Kalteng Sugianto Sabran melalui Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, rencana Pemprov Kalteng pada pembangunan rumah sakit (RS) Tipe A dengan skema kerja kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) termasuk program prioritas dalam sektor kesehatan yang telah tertuang pada RPJMD 2016 hingga 2021. Dengan RS ini nantinya agar dapat menjadi RS rujukan wilayah hingga rujukan nasional.

“Berkenaan mekanisme pengembalian investasi oleh priyek ini melalui APBD Kalteng dengan masa 20 tahun, dua tahun untuk konstruksi dan 18 tahun untuk operasional,” katanya di Gedung DPRD Kalteng, Rabu (23/12).

Diungkapkannya, proyek ini rencana akan mendapat jaminan dari PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), saat ini sudah selesai tahap penyiapan dan tersedianya dokumen kajian pra studi kelayakan. Rencananya, pada 2021 nanti akan masuk tahapan transaksi proses lelang badan usaha sampai dengan tandatangan perjanjian.

“Dalam rangka penyiapan transaksi ini perlu dukungan dan persetujuan dari DPRD Kalteng, guna pelaksanaan pembayaran kepada investor secara berkala itu,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kalteng Wiyatno mengatakan, ada beberapa yang sudah dilaksanakan pada Masa Sidang Tiga 2020 ini, salah satunya berkenaan dengan rencana pembangunan RS Tipe skema KPBU ini. Pihaknya menyebut, pada Masa Sidang Tiga 2020 ini, dari segi anggaran pihaknya sudah membahas terkait KUA PPAS APBD 2021 dan rancangan APBD 2021.

“Termasuk persetujuan terhadap rencana pembangunan RS Tipe A dengan skema KPBU,” tegasnya.Menutup Masa Sidang Tiga ini, pihaknya menyebut memang masih banyak tugas dan tanggungjawab yang harus diwujudkan. Sekaligu kegiatan yang belum dilaksanakan dengan baik pada 2020 menjadi tantangan pada 2021.

“Kerja sama yang baik dan bersama-sama bisa mewujudkan tugas dan fungsi sesuiai rencana, sehingga pelayanan dan pengabidan dapat diwjudkan,” pungkasnya. (abw/ala)

Related Articles

Back to top button