Tak Kantongi Izin, Puluhan Mahasiswa Nekat Unjuk Rasa di Palangka Raya

Mahasiswa Nekat Unjuk Rasa di Palangka Raya

PALANGKA RAYA, Kalteng.co – Puluhan mahasiswa tergabung berbagai aliansi nekat menggelar aksi unjuk rasa meski tak mengantongi izin di Kota Palangka Raya. Mereka menyerukan penolakan terhadap UU Cipta Kerja memperingati Hari Buruh yang jatuh pada 1 Mei 2021 lalu.

Karena tidak mendapat izin, puluhan mahasiswa dengan mayoritas menggunakan almamater kuning dan merah itu di hadang puluhan polisi. Baik dari Polresta Palangka Raya, Polsek Pahandut, Polsek Jekan Raya dan Ditsamapta Polda Kalteng, serta Satgas Covid-19 Palangka Raya, Senin (3/5/2021) siang.

Negosiasi alot sempat berlangsung di Jalan Brigjen Katamso antara mahasiswa dan Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri. Massa yang mendesak berorasi di kantor DPRD tetap dilarang melangkah lebih jauh. Aksi yang semula direncanakan berlangsung di kantor DPRD Kalteng pun batal. 

Dalam penjelasannya, Kapolresta menyebutkan pemberitahuan aksi damai harus berlangsung tiga hari sebelum pelaksanaan.

Kemudian mengingat masih tingginya pandemi Covid -19, maka segala bentuk aktivitas pengumpulan massa harus ditiadakan. Beberapa saat menunggu, massa kemudian memilih mundur kurang lebih 100 meter di Jalan Brigjen Katamso dan berorasi ke sana. 

Hadir pada kesempatan itu, Kepala Dinas Ketanagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kalteng Syahril Tarigan, Karo Ops Polda Kalteng, Kombes Pol Andreas Wayan Wisaksono untuk menemui massa. 

“Pelarangan orasi massa disebabkan masih terjadi pandemi covid 19 dan surat pemberitahuan massa yang baru dikirimkan pada Minggu (2/5/2021) sore. Karena alasan itu maka aksi massa tidak diperbolehkan,” tegasnya. 

Namun untuk menjaga kondusifitas Kamtibmas di Palangka Raya, massa diperbolehkan orasi di jalan yang telah di tentukan dan di sepakati.

“Ini kebijakan kita memberikan tindakan persuasif. Kita bisa saja membubarkan namun itu langkah terakhir,” tutupnya. (oiq)