Tangani Inflasi Serius, Kepala Daerah Harus Berada di Tempat

Selain Pangan, Ada Gas LPG Yang Menjadi Penyumbang Terbesar Inflasi
“Kami juga berkeinginan agar gerakan ini kita lakukan secara masif bersama dengan melibatkan kabupaten/kota. Kendatipun dalam pelaksanaan penilaian terhadap inflasi itu terjadi di Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Timur, angka-angka kenaikan berkenaan dengan sektor pangan ini tidak hanya di sumbangkan oleh Palangka Raya dan Sampit saja, tetapi juga kabupaten lainnya,” jelasnya.
Wagub berharap semua stakeholder terkait terus berupaya untuk menekan inflasi di Kalteng, terlebih dalam menyambut Natal dan Tahun Baru (nataru). “Jangan sampai stok bahan pokok juga tidak ada di tengah masyarakat kita. Andaikan ada harganya sangat mahal dan sulit di jangkau,” pungkasnya.
Ketika di wawancarai usai rapat penanganan inflasi. Gubernur Sugianto Sabran meminta agar Bupati/Wali Kota, khususnya Wali Kota Palangka Raya dan Bupati Kotawaringin Timur untuk tetap berada di Kalteng dan menangani inflasi ini dengan serius.
“Selain pangan, ada gas LPG yang menjadi penyumbang terbesar inflasi. Kita nanti akan cabut izin agen nakal yang menjual gas LPG 3 kilogram di atas HET 22 ribu. Agar memberikan efek jera,” tuturnya.
Sugianto juga mengajak masyarakat Kalteng untuk bertani secara mandiri. Agar Kalteng bisa menghasilkan pangan sendiri sehingga angka inflasi bisa di tekan.
Turut hadir Anggota TPID dan Kepala Perangkat Daerah Prov. Kalteng terkait, Kepala BPS Prov. Kalteng Eko Marsoro, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Magfur, dan perwakilan Kadivre Bulog. (pra)



