Tekanan Fiskal 2026 Capai Rp253 Miliar, DPRD Apresiasi Pemko Palangka Raya Tak Pangkas TPP ASN
PALANGKA RAYA, kalteng.co – Anggota DPRD Kota Palangka Raya Komisi II, Khemal Nasery, menyampaikan harapannya agar kondisi pembangunan di tahun 2026 tetap berjalan semakin baik meskipun pemerintah daerah menghadapi tekanan fiskal yang cukup berat akibat pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari Pemerintah Pusat.
Ia mengungkapkan, pemotongan TKD yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH) mencapai sekitar Rp253 miliar, sehingga menjadi tantangan besar bagi Pemko Palangka Raya dalam menjaga stabilitas pembangunan dan pelayanan publik.
“Meski tekanannya sangat luar biasa, kita harus tetap optimis. Mudah-mudahan Wali Kota dan Wakil Wali Kota memiliki terobosan-terobosan untuk menutupi kekurangan anggaran akibat pemotongan dari pusat,” ujar Khemal, Senin(5/1/2026).
Menurutnya, langkah Pemko Palangka Raya yang saat ini gencar meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah dan retribusi daerah merupakan strategi yang tepat untuk menopang pembiayaan pembangunan, baik di sektor infrastruktur, pengembangan sumber daya manusia, maupun pelayanan kepada masyarakat.
Khemal menegaskan, pemotongan anggaran tidak boleh berdampak pada menurunnya kualitas pelayanan publik. “Jangan sampai karena pemotongan anggaran, pelayanan kepada masyarakat justru berkurang. Justru harus terus meningkat,” tegasnya.
Ia juga memberikan apresiasi tinggi kepada Pemko Palangka Raya karena tidak melakukan pemotongan Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN, meskipun terjadi pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah bijak yang menunjukkan perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan ASN.
“Ini terobosan yang sangat luar biasa. Pemko memikirkan nasib ASN-nya. Berbeda dengan di tingkat provinsi yang memotong TPP ASN hingga 30 persen,” ujarnya.
Namun demikian, Khemal juga mengingatkan agar kebijakan tersebut diimbangi dengan peningkatan kinerja ASN. Ia meminta para aparatur sipil negara di lingkungan Pemkot Palangka Raya untuk bekerja lebih profesional dan bertanggung jawab.(bam)




