BeritaFAMILYLife StyleMETROPOLIS

Terjebak dalam Pekerjaan yang Tidak Memuaskan? Ini Alasan Psikologis dan Cara Mengatasinya

KALTENG.CO-Banyak orang merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak lagi memberikan kepuasan, meskipun mereka menyadari ada sesuatu yang hilang dalam hidup mereka.

Secara logika, mencari pekerjaan baru mungkin tampak seperti solusi ideal, tetapi kenyataannya, ada berbagai faktor psikologis dan praktis yang membuat seseorang bertahan dalam situasi ini.

Efek “Sunk Cost Fallacy” dan Ketakutan Akan Ketidakpastian

Salah satu alasan utama adalah efek “sunk cost fallacy”. Ketika seseorang telah menghabiskan bertahun-tahun dalam sebuah pekerjaan, mereka merasa bahwa semua usaha dan waktu yang diinvestasikan akan sia-sia jika mereka keluar. Studi dari Thrive Global menunjukkan bahwa banyak orang bertahan karena sulit meninggalkan sesuatu yang telah mereka bangun bertahun-tahun.

Ketakutan juga memainkan peran besar. Ketidakpastian mengenai masa depan, seperti apakah mereka bisa mendapatkan pekerjaan baru atau akan gagal di tempat lain, sering kali menjadi penghalang utama. Secara neurologis, otak manusia lebih memilih stabilitas dan hal yang sudah dikenal daripada menghadapi risiko.

Disonansi Kognitif dan Kendala Praktis

Banyak orang menciptakan narasi internal untuk membenarkan kondisi mereka. Mereka meyakinkan diri bahwa pekerjaan memang seharusnya melelahkan dan penuh tekanan, atau tidak ada pekerjaan yang benar-benar memuaskan. Ini adalah bentuk disonansi kognitif, di mana mereka berusaha menyesuaikan perasaan tidak nyaman dengan realitas yang mereka jalani.

Selain faktor psikologis, ada juga kendala praktis. Tanggungan finansial seperti cicilan rumah, biaya pendidikan anak, dan kebutuhan sehari-hari membuat mereka enggan mengambil risiko dengan meninggalkan pekerjaan stabil. Ditambah lagi, banyak perusahaan masih mementingkan produktivitas daripada kesejahteraan karyawan, membuat lingkungan kerja yang penuh tekanan dianggap sebagai norma.

Langkah-Langkah Menuju Perubahan

Namun, bukan berarti tidak ada jalan keluar. Kesadaran akan faktor-faktor yang menghambat perubahan adalah langkah pertama. Meskipun tidak semua orang bisa langsung beralih ke pekerjaan impian, langkah kecil seperti mengeksplorasi minat baru, membangun keterampilan tambahan, atau mencari peluang sampingan bisa menjadi awal perubahan.

Penelitian dari Gallup menunjukkan bahwa pekerjaan yang memiliki makna bisa meningkatkan kebahagiaan seseorang secara signifikan. Oleh karena itu, mencari jalan untuk mencapai kepuasan kerja adalah investasi jangka panjang yang layak dilakukan.

Menghadapi ketidakpastian memang tidak mudah, tetapi memahami alasan di balik keputusan untuk tetap bertahan dapat membuka peluang untuk perubahan.

Dengan langkah-langkah kecil yang konsisten, jalan keluar dari pekerjaan yang tidak memuaskan bisa mulai terbuka, membawa seseorang menuju kehidupan yang lebih bermakna dan sejalan dengan nilai-nilai mereka. (*/tur)

Related Articles

Back to top button