
Protokol Kesehatan Tetap
Di jalankan
Memang, protokol kesehatan di jalankan dengan ketat. Penyebaran Covid-19 memang harus di cegah. Namun, melambatnya roda perekonomian juga harus di atasi. Menurut Lili, pedagang teriyaki di pasar sore Masjid Jogokariyan, tanpa di selenggarakan pengurus masjid, pasar sore itu akan tetap ada tiap Ramadan. ”Tahun lalu saya jualan di sini,ramai sekali, meski sudah di ingatkan pengurus masjid bahwa mereka tidak menggelarnya,” ucap Lili.
Mungkin karena pasar sore tiap Ramadan sudah jadi tradisi, sehingga tanpa di gelar pengurus masjid pun tetap saja banyak pengunjung. ”Pasar sore ini sudah 16 tahunan. Mungkin karena itu, tahun ini pengurus masjid terpaksa menggelar pasar sore,” jelasnya.
Mau tidak mau, menggelar pasar sore atau tidak, pengunjung tetap banyak. Pedagang juga menjamur. ”Tahun lalu tetap ramai, walau kami sempat di usir,” ungkapnya.
Kini, setelah pengurus masjid menggelar pasar sore, pedagang merasa lebih aman. Namun, protokol kesehatan tetap harus di jalankan. ”Kemarin sempat di tambah jarak antarpedagang, kami terima asal tetap bisa berjualan,” imbuh Lili.
Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Muhammad Jazir mengakui, kejadian tahun lalu membuat pengurus memutuskan untuk menggelar pasar sore tahun ini. Sebab, walaupun tidak di gelar, pasar sore tetap berjalan. “Justru kalau kami tidak menggelarnya, siapa yang akan mengendalikan dan menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya.
Memang, tantangan menggelar pasar sore saat pandemi jauh lebih besar. Beberapa kali penerapan protokol kesehatan di perbaiki. Beberapa kali juga ada sorotan terhadap pasar sore. ”Namun, dampak perekonomiannya juga bermanfaat untuk warga,” paparnya.




