
Kreativitas akan Mengubah Semuanya
Selain itu, Masjid Jogokariyan memiliki alat tes GeNose. Jazir menjelaskan, sebenarnya pihaknya sudah memesan tiga alat GeNose. Namun, baru satu yang datang. ”Dengan alat ini, warga Jogokariyan bisa di tes menggunakan GeNose secara gratis. Pedagang pasar sore juga. Warga lain bisa dengan membayar Rp15 ribu,” paparnya.
Yang lebih tidak di sangka, sedekah dan infak selama masa pandemi justru meningkat. Pada 2019, jumlah infak dan sedekah mencapai Rp1,7 miliar. Pada 2020, jumlahnya mencapai Rp 2,3 miliar. ”Meningkat Rp600 juta,” terangnya.
Saat Iduladha 2020 juga terjadi peningkatan jumlah hewan kurban. Terdapat 45 sapi yang di kurbankan. Di sisi lain, tahun 2019, hanya ada 40 sapi. ”Belum lagi tiga sapi di antaranya superjumbo, beratnya lebih dari 1,2 ton. Hewan kurban ini dari warga Qatar,” ungkapnya.
Jazir memprediksi peningkatan infak, sedekah, dan hewan kurban terjadi lantaran masjid lain tidak beraktivitas. Semua itu akhirnya membanjiri Masjid Jogokariyan. ”Sebenarnya soal ini kami belajar dari pembangunan piramida Mesir,” ucapnya.
Pembangunan piramida menggunakan batu yang jauh dari lokasi. Ternyata, pengiriman batu itu menunggu Sungai Nil banjir besar. ”Kreativitas inilah yang kami tiru,” jelasnya. Pada masa pandemi ini, tentu kreativitas bisa menjadi peluang. ”Karena itu masyarakat tidak usah panik, kreativitas akan mengubah semuanya,” paparnya. (*/ce/jpg)




