BeritaKasonganUtama

Tragedi Berdarah di Lokasi Tambang, Satu Korban Tewas Mengenaskan

KASONGAN – Peristiwa berdarah terjadi di lokasi Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Km 48 Jamparan Desa Tumbang Kawei Kecamatan Sanaman Mantikei Kabupaten Katingan. Akibat rebutan lahan PETI, seorang pria bernama Bowos alias Menteng (38), tewas dibacok pelaku bernama Frenodie, pada Jumat (20/11) lalu.

Informasi yang didapat, peristiwa ini terjadi ketika korban bersama dua rekannya bernama Zakaria dan Haris Setiawan diajak korban menuju Km 48 lokasi PETI sekitar pukul 10.30 wib. Tujuan mereka menemui seorang penambang bernama Usin, untuk membahas masalah lahan tempat Usin bekerja.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Setelah menempuh perjalanan hingga pukul 14.00 wib, korban dan kawannya sampai di lokasi. Mereka pun bertemu dengan Usin dan kedua anaknya bernama Frenki serta Frenodie. Ketika sedang membicarakan tentang lahan tersebut, tiba-tiba terjadilah perdebatan antara Bowos alias Menteng dan Usin.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Karena emosi, lalu Menteng tiba-tiba mencabut pisau yang dia bawa untuk menyerang Usin. Melihat hal itu, Usin pun tidak tinggal diam, dan mengambil pisau jenis parang yang pada saat itu berada tidak jauh darinya. Pisau itu digunakan Usin untuk menangkis serangan pisau Menteng, yang mengarah ke dirinya. Namun ketika itu, pisau yang dipegang Usin terlepas dari tangannya. Lalu setelah melihat perkelahian itu, Frenodie berusaha membantu ayahnya yang diserang oleh korban.

Pisau milik ayahnya yang terjatuh tadi diambilnya, dan langsung digunakan untuk menyerang korban hingga keluar pondok. Akibat serangan anak Usin, Bowos alias Menteng mengalami sejumlah luka di tangan sebelah kiri, bagian belakang tubuh, dan di kaki kiri serta kanan korban. Akibat tebasan senjata tajam pelaku, korban pun meninggal ditempat. Sementara dua rekan korban, setelah melihat peristiwa itu langsung lari menyelamatkan diri, dan melaporkan peristiwa itu ke Polsek Sanaman Mantikei, pada Hari Jumat (20/11) sekitar pukul 23.30 wib.

https://kalteng.co

Namun ketika itu, tidak memungkinkan untuk menuju lokasi yang cukup jauh. Sebab waktu perjalanan, memakan waktu hingga tiga jam lebih. Baru keesokan harinya dipimpin langsung oleh Kapolsek Sanaman Mantikei Ipda Syaiful SH, untuk menuju lokasi kejadian. Sesampai di lokasi, sejumlah petugaspun menemukan tubuh korban tergeletak dengan sejumlah mata luka, akibat tebasan pelaku. Setelah melakukan olah TKP. Tubuh korban langsung dievakuasi dan dilakukan visum di Puskesmas Tumbang Kaman.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co


Kapolres Katingan AKBP Andri Siswan Ansyah SH SIK MH ketika dikonfirmasi melalui Kapolsek Sanaman Mantikei Ipda Syaiful SH menjelaskan kejadian penganiayaan berat, hingga berujung jatuhnya korban jiwa itu, dipicu oleh perebutan lokasi tambang rakyat ilegal yang menurut pengakuan korban adalah milik keluarganya. Sedangan menurut Usin adalah miliknya yang sudah lama dikuasainya.

“Untuk pelakunya kini dalam pengejaran. Untuk sementara kita hanya mengamankan Frenki saudara pelaku. Sekarang masih dalam pemeriksaan dan kita minta keterangan,” jelasnya kepada wartawan, Senin (23/11) malam.


Selain sudah mengamankan saudara kandung pelaku ujar Kapolsek, mereka juga sudah mengamankan barang bukti senjata tajam jenis parang. “Mudahan pelaku dapat segera kita tangkap,” tandasnya. (eri/ala)

Related Articles

Back to top button