Tren ‘Investasi Tubuh’ Ala Gen Z: Rahasia Awet Muda dengan Nutrisi Sejak Dini

KALTENG.CO-Banyak orang menganggap bahwa perawatan anti-penuaan (anti-aging) baru dimulai saat garis halus muncul di usia 40 tahun.
Namun, tren kesehatan terbaru menunjukkan pergeseran paradigma. Generasi Z kini justru menjadi kelompok yang paling sadar akan pentingnya investasi tubuh sejak dini.
Dokter Spesialis Gizi Klinik Bamed, dr. Karina Marcella Widjaja, Sp.GK, AIFO-K, mengungkapkan fenomena menarik ini. Menurutnya, kesadaran akan nutrisi sebagai pelindung sel tubuh kini mulai menjamur di kalangan anak muda usia 20-an.
“Pasien yang datang kini tidak hanya mereka yang berusia di atas 40 tahun. Mereka yang masih 20 tahun pun sudah sangat memperhatikan asupan nutrisinya,” ujar dr. Karina dalam sebuah seminar media di Jakarta.
Lantas, nutrisi apa saja yang wajib dikonsumsi agar tetap bugar dan awet muda? Berikut adalah rangkuman strateginya.
1. Pelangi di Atas Piring: Pentingnya Variasi Warna
Kunci utama dari diet anti-penuaan bukanlah satu jenis “superfood”, melainkan keberagaman. Dr. Karina menekankan pentingnya mengonsumsi buah dan sayur yang bervariasi, baik dari jenis maupun warnanya.
Setiap warna pada tumbuhan mewakili fitonutrien yang berbeda:
Flavonoid (Biru, Merah, Ungu): Ditemukan pada ceri, raspberry, dan stroberi. Berfungsi sebagai antioksidan kuat yang larut dalam air.
Karotenoid (Kuning, Oranye, Merah): Ditemukan pada wortel, labu, tomat, hingga sayuran hijau seperti bayam dan brokoli. Ini adalah tameng alami melawan kerusakan sel.
2. Omega-3: Lemak Cerdas untuk Sel Tubuh
Selain sayuran, lemak sehat memainkan peran vital dalam menjaga elastisitas kulit dan kesehatan fungsi otak. Dr. Karina merekomendasikan asupan Omega-3 yang bisa didapatkan dengan mudah dari sumber lokal maupun impor.
“Sumbernya bisa dari ikan salmon maupun ikan kembung. Selain itu, untuk penggunaan minyak, Extra Virgin Olive Oil (EVOO) jauh lebih disarankan dibandingkan minyak kelapa biasa,” tambahnya.
3. Beralih ke Whole Grain untuk Stabilkan Gula Darah
Mengapa whole grain atau biji-bijian utuh sangat disarankan? Jawabannya terletak pada Indeks Glikemik (IG).
Makanan olahan (ultra-processed food) cenderung memiliki IG tinggi yang menyebabkan lonjakan gula darah secara mendadak. Lonjakan ini memicu gangguan hormon insulin dan stres oksidatif, yang merupakan bahan bakar utama percepatan penuaan dini. Dengan memilih biji-bijian utuh, Anda mendapatkan serat tinggi yang menjaga metabolisme tetap stabil.
4. Musuh Terbesar: Makanan Pemicu Inflamasi
Jika ingin awet muda, Anda harus berani membatasi makanan yang memicu peradangan (inflamasi) dalam tubuh. Dr. Karina memperingatkan beberapa “pelaku” utama yang sering dikonsumsi tanpa sadar:
Gula Tambahan: Gula pasir dan pemanis buatan dalam minuman bersoda atau minuman berenergi.
Lemak Trans (Trans Fat): Makanan cepat saji seperti burger, sosis, dan daging olahan lainnya.
Inflamasi kronis akibat makanan ini tidak hanya merusak penampilan luar, tetapi juga menurunkan kualitas organ dalam secara perlahan.
Jangan Makan “Itu-itu Saja”
Menjaga kesehatan adalah perjalanan jangka panjang, bukan diet instan seminggu. Pesan terpenting dari dr. Karina adalah menghindari pola makan yang monoton.
“Variasi makanan adalah kunci agar tubuh mendapatkan spektrum nutrisi yang lengkap. Jangan makannya itu lagi, itu lagi,” pungkasnya.
Dengan memulai kebiasaan makan sehat di usia 20-an, Anda tidak hanya menjaga penampilan tetap segar, tetapi juga membangun fondasi tubuh yang kuat untuk masa tua yang lebih berkualitas. (*/tur)



