Berita

Turunkan Tensi Pilkada

Image Image

PALANGKA RAYA, kalteng.co-Terciptanya dua bakal pasangan calon yang akan bertarung pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalteng, membuat tensi politik semakin panas dan tinggi. “Perang” atau adu argumen di media sosial tidak bisa dhindarkan lagi. Namun, suhu itu sedikit redam ketika Ben Brahim S Bahat-H Ujang Iskandar dan H Sugianto Sabran-H Edy bertemu pada saat mengikuti pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Doris Sylvanus (RSDS) Palangka Raya, Selasa (8/9).

Suasana keakraban ditunjukan kedua paslon sejak awal kedatangan hingga selesai pemeriksaan kesehatan. Di salah satu ruangan, para calon pemimpin Kalteng tersebut kian intens dengan perbincangan hangat sembari menyeruput minuman di atas meja. Sesekali para paslon ini mengoleskan handsanitizer di jari-jemarinya.

Keakaraban itu berlanjut di dalam aula. Bakal calon gubernur Ben Brahim dan Sugianto Sabran tak ragu-ragu memamerkan keakraban dengan fist bump atau tos dengan tangan terkepal sebelum menjalani pemeriksaan kesehatan saat itu. Akrab, Rukun dan Damai. Itulah harapan pelaksanaan pilgub kedepan.

Usai menjalani pemeriksaan, bakal calon gubernur Sugianto Sabran mengungkapkan pemeriksaan yang dilakukan saat itu adalah tes psikologis dan wawancara langsung, kemudian lanjut pemeriksaan narkoba di BNNP Kalteng. Hari ini (9/9) dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik.

“Selama berjalannya pemeriksaan, semuanya senang dan bisa tegur sapa (antar paslon) di dalam. Sehingga dapat memberikan keteduhan kepada masyarakat,” kata Sugianto Sabran didampingi wakilnya Edy Pratowo kepada media usai menjalani pemeriksaan kesehatan, kemarin.

Hal terpenting, lanjut Sugianto Sabaran, tetap memupuk persatuan dan kesatuan dengan Falsafah Huma Betang, dalam situasi dan kondisi apapun. Apalagi di tengah pandemi seperti ini. Ditambah lagi, menjelang pelaksanaan pilkada, tentu akan bermunculan isu hoaks dan lainnya, sehingga perlu diantisipasi.

“Saya meyakini bahwa masyarakat Kalteng sudah cerdas dan dapat memilah apakah itu informasi hoaks atau tidak. Itu terbukti selama berjalannya demokrasi lima tahun sebelumnya sudah menunjukan kerukunan, sehingga perlu dilanjutkan untuk mewujudkan Kalteng yang lebih solid dan Berkah,” beber Dewan Pertimbangan DPD PDIP Kalteng ini.

Dirinya juga berharap agar dengan dimulainya awal tahapan pelaksanaan pilkada ini, agar tidak menciptakan situasi yang panas dan memperkeruh di tengah masyarakat. Sebab semua calon memiliki tujuan yang sama yaitu membangun Kalteng yang bermartabat. “Jika didukung oleh semua tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda dan elemen lainnya maka siapapun yang terpilih maka itulah yang terbaik untuk Kalteng,” yakinnya.

Baca Juga:  Buaya Sebangau Mengganas Lagi, Pekerja Bandsaw Hilang Disambar

Terpisah bakal calon gubernur Kalteng Ben Brahim S Bahat yang saat itu didampingi wakilnya Ujang Iskandar mengatakan keduanya sangat bangga dan mengapresiasi terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak RSDS Palangka Raya.

“Mohon doa dari seluruh warga Kalteng. Hal ini semakin memantapkan kami untuk maju, dan bersyukur masih diberikan kesehatan,” harap Bupati Kapuas dua periode ini.

Menurut Ben Brahim S Bahat, tidak ada perasaan takut apapun selama menjalani tes kesehatan, karena hal itu sudah sering diikuti. “Jadi biasa saja dan selalu enjoy,” ungkapnya.

“Kedepan kita akan berkomitmen bersama BNN untuk memberantas narkoba di Bumi Tambun Bungai. Selain itu juga bekerjasama dengan pihak terkait untuk bersama-sama membangun Kalteng menuju kearah yang lebih baik,” ucap Ben Brahim.  

Terpisah Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya menjelaskan bahwa pemeriksaan hari kedua nanti akan dilakukan pemeriksaan fisik baik luar dan dalam. “Jadi semua tehnis sudah dipersiapkan termasuk tenaga kesehatan serta sinergi bersama BNN dan pihak lainnya,” pungkasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalteng Sastriadi menjelaskan, proses pemeriksaan kesehatan yang berjalan sesuai dengan ketentuan ayat (2) huruf f pasal 7 UU nomor 1 tahun 2015 (terakhir diubah dengan UU nomor 6/2020) tentang pemilihan mengatakan bahwa salah satu syarat calon adalah mampu secara rohani, jasmani dan bebas dari penyalahgunaan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan menyeluruh dari tim.

“Ini untuk menilai kesehatan bakal calon serta mengidentifikasi kemungkinan adanya ketidakmampuan yang tidak dapat dikoreksi, yang dapat mengganggu kemampuan menjalankan tugas dan kewajiban serta memiliki kesehatan jiwa untuk mampu melakukan observasi, menganalisa, membuat keputusan dan mengkomunikasikannya,” terangnya.

Pemeriksaan kesehatan terdiri dari pemeriksaan jasmani yang dilakukan dengan pemeriksaan medik-fisik, Pemeriksaan rohani dilakukan dengan pemeriksaan psikiatri dan psikologis dan pemeriksaan penyalahgunaan narkotika dan psikotropika dengan menggunakan sampel urine. Tim pemeriksaan kesehatan akan melakukan rapat pleno untuk menentukan kesimpulan bahwa calon mampu atau tidak mampu secara jasmani dan rohani. Atau positif atau negatif dari penyalahgunaan narkotika

“Kesimpulan Itu akan disampaikan kepada KPU paling lambat tanggal 12 September dan seluruh hasil pemeriksaan kesehatan bersifat final serta tidak dapat dilakukan pemeriksaan pembanding,”

Ditambahkannya bahwa hari ini sudah berjalan dan bagian dari pemeriksaan kesehatan syarat calon. Besok (hari ini) akan dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan jasmani.  Tahap selanjutnya, kata dia, sambil jalan karena pemeriksaan kesehatan merupakan bagian dari syarat calon. Sehingga pemeriksaan kesehatan juga berjalan dan proses verifikasi syarat-syarat calon juga berjalan, untuk menentukan statusnya MS atau BMS. Jika BMS, maka akan diperbaiki. (nue/ala)

Image Image Image Image Image Image Image

Related Articles

Back to top button