Umrah Tetap Satu Pintu, Jemaah Daerah Jangan Terbang Sendiri-sendiri

25 Orang Dinyatakan Positif
Yaqut mengakui, jika menggunakan asrama haji sebagai tempat karantina kepulangan jemaah umrah, biayanya bisa jadi lebih murah. Tetapi, sekali lagi Yaqut menegaskan, penggunaan asrama haji sebagai tempat karantina kepulangan umrah wajib mengantongi izin dari satgas.
Sementara itu, jumlah jemaah umrah yang di nyatakan positif Covid-19 sepulang dari Saudi terus bertambah. Sebelumnya di beritakan ada 11 dari 25 orang anggota tim advance yang di nyatakan positif Covid-19. Mereka kemudian menjalani karantina di Wisma Atlet Jakarta.
Informasi terbaru, di temukan 17 orang positif Covid-19 pada pemberangkatan umrah 30-31 Desember 2021. Pemberangkatan umrah ini berisi 84 orang. Mereka adalah pimpinan atau pemilik travel dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI).
Kabid Umrah AMPHURI Zaky Zakaria Azshary menuturkan, informasi dari rekannya yang menjalani karantina di wisma atlet, semua dalam keadaan sehat.
”Mereka sehat. Mayoritas mereka OTG (orang tanpa gejala, Red),” ucapnya.
Zaky menjelaskan, saat masih di Saudi, menjelang pulang ke tanah air, seluruh jemaah menjalani swab PCR dan hasilnya negatif. Sehingga bisa pulang ke tanah air. Begitu pun saat swab PCR kedatangan di Bandara Soekarno-Hatta, hasilnya juga negatif.
Tetapi, saat swab PCR kedua sebelum selesai masa karantina tujuh hari, baru kedapatan ada yang positif Covid-19. Zaky menuturkan, dari informasi sejumlah ahli epidemiologi, varian Omicron bisa di sebut sebagai ”anugerah”. Sebab, varian itu bisa menjadi layaknya vaksin alami.
Meskipun memiliki tingkat persebaran yang lebih cepat, gejalanya ringan dan tidak berbahaya. Orang yang terkena Omicron bisa terbentuk antibodi nya secara alamiah layaknya di vaksin.(tur)



