Vaksin Baru Lawan Varian Delta Sudah Ada, Pasutri Ini Penemunya

Pasangan suami istri (Pasutri) penemu vaksin Covid-19 metode mRNA Pfizer, Ozlem Tureci dan Ugur Sahin

KALTENG.CO – Pasangan suami istri (Pasutri) penemu vaksin Covid-19 metode mRNA Pfizer, Ozlem Tureci dan Ugur Sahin, sudah mempersiapkan vaksin terbaru yang lebih manjur untuk melawan varian Delta. Keduanya juga pemilik perusahaan farmasi asal Jerman, BioNTech.

Mereka mengambil tindakan dan merumuskan vaksin Covid-19 yang di khususkan untuk memberikan perlindungan terhadap ancaman varian Delta yang lebih cepat menular. BioNTech sebelumnya bermitra dengan salah satu perusahaan medis terbesar, Pfizer, untuk mengembangkan vaksin Covid-19 pertama selama pandemi.

Baca Juga:  23 Tahun Berkarir di Kota Cantik, Tantangan Terberat Melawan Diri Sendiri

Untuk mengembangkan vaksin baru yang di fokuskan pada varian Delta, BioNTech menggunakan prosedur laboratorium yang serupa. Namun, kali ini jauh lebih mudah melalui teknologi mRNA yang sebelumnya di gunakan untuk memformulasi vaksin terhadap varian Alpha.

Metode mRNA terdiri dari kode genetik yang di gunakan untuk mengajari tubuh manusia cara memblokir virus Korona. Dengan mRNA, mengembangkan vaksin untuk melawan varian Delta semudah mengubah kode.

Baca Juga:  Rp 1 Miliar untuk Percantik Bundaran di Sukamara

Ozlem Tureci mengatakan bahwa vaksin Covid-19 yang saat ini didistribusikan di seluruh dunia mengandung protein lonjakan varian Alpha. Pakar tersebut mengatakan dalam sebuah laporan oleh Fast Company bahwa satu-satunya prosedur yang harus di lakukan para ahli adalah memotong protein lonjakan asli dari formula vaksin dan menggantinya dengan varian Delta.