Warga Desa Hyang Bana Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Program Sosial kepada Faridawaty Darland Atjeh

Warga Desa Hyang Bana Sampaikan Aspirasi Infrastruktur dan Program Sosial kepada Faridawaty Darland Atje
RESES PERSEORANGAN: Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh saat foto bersama warga Desa Hyang Bana saat melaksanakan reses perseorangan di Kab. Katingan belum lama ini. FOTO IST
KASONGAN, Kalteng.co – Kegiatan reses perseorangan Anggota Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Faridawaty Darland Atjeh, di Desa Hyang Bana, Kecamatan Tasik Payawan, Kabupaten Katingan, mengungkap sejumlah persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat setempat.
Dalam pertemuan tersebut, warga menyampaikan bahwa desa mereka hingga kini belum mendapatkan akses terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan salah satu program prioritas pemerintah pusat untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak sekolah.
Menanggapi hal itu, Faridawaty Darland Atjeh menyampaikan bahwa aspirasi terkait belum terealisasinya program MBG menjadi perhatian serius masyarakat. Program tersebut dinilai penting dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak, khususnya bagi keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Ia menjelaskan, masyarakat berharap agar program tersebut dapat segera menjangkau wilayah mereka secara merata. Selain itu, warga juga mengusulkan agar mekanisme penyaluran bantuan dapat tepat sasaran, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh anak-anak yang membutuhkan.
Selain persoalan program MBG, dalam kegiatan reses tersebut juga terungkap kebutuhan mendesak masyarakat terkait ketersediaan air bersih. Hingga saat ini, warga Desa Hyang Bana masih harus membeli air dari wilayah Kasongan dengan harga sekitar Rp10 ribu per galon untuk kebutuhan sehari-hari.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi permasalahan utama yang perlu mendapatkan perhatian serius dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Tidak hanya itu, masyarakat juga mengeluhkan minimnya penerangan jalan di lingkungan desa. Keterbatasan fasilitas tersebut dinilai berpengaruh terhadap keamanan dan kenyamanan warga, terutama saat beraktivitas pada malam hari.
Warga juga menyampaikan kekhawatiran terhadap keberadaan satwa liar, seperti ular piton, yang kerap muncul di sekitar permukiman dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.
Faridawaty Darland Atjeh menegaskan bahwa seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan perhatian dan akan diperjuangkan melalui mekanisme yang berlaku di DPRD.
Menurutnya, pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih, penerangan jalan, serta keamanan lingkungan harus menjadi prioritas dalam pembangunan, karena berkaitan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai persoalan yang dihadapi warga Desa Hyang Bana dapat segera memperoleh solusi yang konkret dan berkelanjutan, guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara bertahap. (pra)



