BeritaMETROPOLIS

Warganya Tewas Tesetrum, Ini Pesan Lurah Bukit Tunggal

PALANGKA RAYA, kalteng.co– Warga Jalan Bondol XIII geger. Nordiansyah, terbujur kaku di plafon rumahnya, sore ini. Diduga, pria kelahiran tahun 1972 ini kesetrum saat menyambung kabel.

Lurah Bukit Tunggal Subhan saat itu berada di lokasi menyampaikan, informasi yang diterima dari pihak keluarga, saat itu yang bersangkutan hendak menyambung aliran listrik dari kabel utama. Posisinya berada di atas plafon rumahnya. Tiba-tiba warga mendengar ada yang teriak minta tolong.“Jadi korban sempat teriak waktu itu,”ujarnya.

Sepengetahuan dari pihak keluarga, korban tidak memiliki keahlian kelistrikan. Tentu, hal ini menjadi perhatian bagi warga agar tidak nekat melakukan pekerjaan yang bukan bidangnya. “Pesan saya kepada warga Bukit Tunggal, dan Palangka Raya pada umumnya, agar kejadian seperti ini tidak terulang, sebaiknya memanggil teknisi listrik, dari pada berisiko dan berujung musibah bagi kita, mending mengeluarkan uang sedikit tapi aman,” bebernya.

https://kalteng.cohttps://kalteng.cohttps://kalteng.co

Setelah dilakukan visum oleh pihak  dokter forensik RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya, Nordiansyah di bawa kembali ke rumah duka dengan mobil jenazah milik pihak rumah sakit.

Menurut keterangan salah seorang keponakan korbanAdi, almarhum akan disemayamkan dan dimandikan di rumah duka sementara sambil menunggu kedatangan pihak keluarga untuk merundingan lokasi dimana almarhum akan dimakamkan.

Ketika ditanya terkait kronologis kejadian naas tersebut Adi mengaku dirinya tidak mengetahui persis bagaimana peristiwa tersebut terjadi. Dia mengetahui kejadian tersebut setelah ditelepon oleh anak tunggal korban yang memberitahukan bahwa ayahnya kesetrum dan masih  berada di atas plafon rumah. “Saat saya sampai di sana, sudah banyak petugas kepolisian,”ucapnya.

Berdasarkan cerita anak korban, Nordiansyah naik ke atas plafon rumahnya untuk membetulkan kabel lampu yang putus.

“Kata anaknya, korban mulanya masih terdengar suaranya nyuruh ngambil senter segala, tapi lama lama tidak mendengar lagi ada  bunyi dari atas plafon, terus sudah dipanggil panggil juga tidak jawaban,”bebernya.(sja/ram)

Related Articles

Back to top button