
KALTENG.CO-Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan pembaruan terkini mengenai dampak bencana banjir lahar dingin yang menerjang wilayah Magelang, Jawa Tengah, pada Selasa (3/3/2026). Hingga Kamis (5/3), tercatat dua orang meninggal dunia dan dua lainnya masih dalam proses pencarian.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa bencana ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur kawasan puncak Gunung Merapi dan sekitarnya selama beberapa jam.
Kronologi Meluapnya Sungai Senowo
Intensitas hujan yang ekstrem menyebabkan material vulkanik di puncak Merapi terbawa air dan memicu meluapnya Sungai Senowo yang berada di Kecamatan Dukun. Arus air yang sangat deras membawa material lumpur dan bebatuan, yang kemudian menyeret warga di sekitar bantaran sungai.
”Dua korban meninggal dunia dilaporkan terseret arus banjir lahar setelah Sungai Senowo di Kecamatan Dukun meluap,” ujar Abdul Muhari dalam keterangan resminya.
Data Korban dan Proses Evakuasi
Berdasarkan data yang dihimpun BNPB, identitas dua korban meninggal dunia yang telah berhasil ditemukan adalah:
Heru Setyawan (25 tahun)
Arif Fuad Hasan (26 tahun)
Selain korban jiwa, tercatat enam orang mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis intensif di rumah sakit terdekat. Namun, fokus utama Tim SAR Gabungan saat ini adalah menemukan dua warga yang dinyatakan hilang.
Optimalisasi Pencarian
Operasi pencarian hari ini diperluas dengan menambah jumlah personel gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan.
Dukungan Alat Berat: Digunakan untuk memindahkan material batu dan lumpur yang menutup akses jalan serta lokasi potensial korban tertimbun.
Area Pencarian: Difokuskan di sepanjang aliran Sungai Senowo hingga hilir yang mencakup wilayah terdampak.
Kerugian Materiil dan Wilayah Terdampak
Banjir lahar ini tidak hanya menelan korban jiwa, tetapi juga melumpuhkan infrastruktur di Kabupaten Magelang. Laporan sementara dari BPBD Kabupaten Magelang mencatat kerusakan signifikan:
Transportasi: Satu unit truk terseret arus deras dan rusak berat.
Jembatan: Satu jembatan utama terputus total, sementara tiga jembatan lainnya mengalami kerusakan struktur dan berbahaya untuk dilintasi.
Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada delapan kelurahan yang tersebar di tiga kecamatan utama, yaitu:
Kecamatan Dukun
Kecamatan Sawang
Kecamatan Mungkid
Imbauan BNPB kepada Masyarakat
Mengingat curah hujan di kawasan puncak Merapi masih berpotensi tinggi, BNPB mengimbau warga yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang berhulu di Gunung Merapi untuk selalu waspada.
Masyarakat diminta memantau informasi cuaca secara berkala dan segera menjauh dari bantaran sungai jika melihat tanda-tanda kenaikan debit air yang disertai material keruh atau bau belerang yang menyengat. (*/tur)




