Waspada! 9 Frasa Ini Sering Dipakai Orang Beremosi Tinggi dan Cara Mengatasinya
9. “Aku Tidak Tahu Apa yang Akan Aku Lakukan Tanpamu.”
Meskipun terdengar seperti pujian, frasa ini bisa menjadi tanda ketergantungan emosional yang kuat. Individu beremosi tinggi mungkin cenderung bergantung pada orang lain untuk validasi dan dukungan emosional.
Apa yang bisa Anda lakukan: Hargai ungkapan kasih sayang tersebut, tetapi juga dorong kemandirian mereka secara halus. “Aku senang bisa ada untukmu. Ingatlah, kamu sangat kuat dan mampu. Aku percaya padamu.”
Kiat Tambahan untuk Menavigasi Interaksi
- Latih Mendengar Aktif: Dengarkan bukan hanya kata-kata mereka, tetapi juga nada suara, bahasa tubuh, dan emosi yang mendasari.
- Tetapkan Batasan yang Jelas: Penting untuk melindungi energi emosional Anda sendiri. Belajarlah untuk mengatakan “tidak” dengan sopan ketika Anda merasa terlalu lelah.
- Jangan Mengambil Secara Pribadi: Seringkali, reaksi emosional mereka tidak ditujukan secara pribadi kepada Anda, melainkan merupakan ekspresi dari rasa sakit atau frustrasi mereka sendiri.
- Fokus pada Solusi, Bukan Masalah: Setelah Anda memvalidasi perasaan mereka, alihkan percakapan ke arah mencari solusi yang konstruktif.
- Jaga Diri Anda: Berinteraksi dengan individu beremosi tinggi bisa melelahkan. Pastikan Anda memiliki strategi untuk memulihkan energi Anda sendiri.
Memahami frasa-frasa ini adalah langkah pertama menuju interaksi yang lebih efektif dan kurang menguras tenaga dengan individu beremosi tinggi.
Dengan empati, batasan yang jelas, dan komunikasi yang sadar, Anda dapat membangun hubungan yang lebih sehat dan lebih seimbang. Apakah ada frasa lain yang sering Anda dengar dan ingin diskusikan? (*/tur)




